CIBINONG, Siber24jam.com – Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor mengeluhkan rumit...
Bogor,Siber24jam.com– Buang ego daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka peluang menjadi kerja sama atau kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, untuk menata wilayah perbatasan di empat kecamatan.
“Ada empat kecamatan yang sepertinya penataannya harus dilakukan bersama atau bahkan digabungkan dengan wilayah Kota Bogor, diantaranya Dramaga, Ciomas, Tamansari, dan Cijeruk” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin, Rabu (20/09/2023).
Menurut Burhanudin, penataan empat wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kota Bogor itu komandonya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini gubernur. Ini penting, agar program-program pembangunan yang dilakukan Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor nyambung.
“Kalau Jawa Barat ingin maju bersama dan rakyatnya sejahtera bareng-bareng, tanggalkan dululah ego kedaerahan, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor kan berada di satu payung yang sama yaitu Provinsi Jawa Barat. Rencana ini dibahasnya tidak antar dua pemerintahan saja, tapi itu tadi ada di bawah komando gubernur,” ujar Burhanudin.
Burhanudin mengatakan, memajukan daerah dan mendekatkan pelayanan kepada rakyat ada dua langkah atau cara, pertama pemekaran, seperti rencana menjadikan Bogor Barat dan Bogor Timur menjadi daerah otonom baru (DOB), atau dengan penggabungan.
“Ya bisa saja, ketika rakyat yang tinggal di Dramaga, Ciomas, dan Tamansari, ingin bergabung dengan Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor harus rela melepaskannya, toh tujuannya untuk kemajuan dan kesejahteraan, selama masih berada di bawah naungan Provinsi Jawa Barat,” helas Burhanudin.
Burhanudin mengaku, rencana penataan wilayah tiga kecamatan yang berbatasan dengan Kota Bogor, sekilas pernah dibahas bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Dalam obrolan singkat, orang nomor dua di kota hujan itu sependapat dengan usulannya.
“Kalau untuk kepentingan rakyat harus diprioritaskan, toh pemilik tiga kecamatan itu rakyat bukan pemerintah daerah. Nah, ketika rakyat di Dramaga, Ciomas, dan Tamansari ingin berada di bawah Kota Bogor, kita harus ikuti, apalagi Kota Bogor kan sekarang ini susah mengembang wilayahnya,” sebut Burhanudin.
Burhanudin mengungkapkan, Kabupaten Bogor memiliki pengalaman ketika memberikan 48 desa dari beberapa kecamatan kepada Pemerintah Kota Bogor, semasa Bupati Edi Yoso Martadipura dan Wali Kota Edi Gunadi.
“Ya alhamdulillah, 48 desa yang kami berikan ke Kota Bogor itu sekarang maju. Proses penggabungannya pun sangat smooth atau mulus alias tidak riweuh. Padahal dari 48 desa yang diberikan ke Kota Bogor itu tak semuanya memiliki potensi, karena semangat kedua pimpinan daerah itu bagaimana rakyat terlayani, daerah maju dan sejahtera bersama,” tegas Burhanudin.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor, sebenarnya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan untuk membahas pengembangan dan pembangunan wilayah perbatasan dalam Bogor Economic Summit (BES).
Ada BES itu ada beberapa poin yang akan dikerjasamakan bareng, seperti penggabungan Terminal Bubulak ke Laladon, pembangunan terminal wilayah perbatasan Ciawi dan lain-lainya. Namun sayang, kesepahaman itu hanya ada di atas kertas, tanpa ada realisisasi, karena diduga masih adanya ego kedaerahan.***
Penulis : Zarkasi
Editor : Mochamad Yusuf
Berita Lainnya
Tags: a, bogor, burhanudin, Daerah, dedie, kabupaten, kota, Kota Bogor, rachim, sekretaris, wakil, wali
Sekretaris Daearah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Bogor Burhanudin menyampaikan kata sambutan pembuka diskusi penataan wilayah dan percepatan pembentukan daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur, Selasa (19/09/2023) di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.











