Update

Soal Lahan untuk SMP Negeri 4 Citeureup, Ini Saran Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor untuk Dinas Pendidikan

soal lahan untukKetua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim

Bogor,Siber24jam.com-Soal lahan untuk SMP Negeri 4 Citeureup, Kabupaten Bogor, seluas 7.000 meter yang berlokasi di Kampung Jelok Setu, Desa Leuwinutug, yang akan dibeli Dinas Pendidikan, Kabupaten Bogor, sampai sekarang masih memunculkan polemik. Pasalnya, selain anggatan yang dialokasikan sangat fantastis mencapai Rp 17,5 miliar, ada dugaan dalam proses penentuan lokasi, Disdik, selaku pengguna tidak menyertakan lokasi pembanding.

“Pengadaan lahan untuk bangunan sekolah dan kantor itu berbeda dengan jalan, aspek kehatian-hatian harus dikedepankan,  sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 02/2021 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, dan Peraturan Pemerintah (PP)Nomor 39/2023, pengganti dari PP Nomor 19/2021, tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim, Selasa (22/08/2023).

Muad meminta, Dinas Pendidikan (Disdik) untuk lebih berhati-hati, karena pengadaan lahan untuk sekolah ini sangat riskan, salah sedikit bisa-bisa terseret kasus hukum, apalagi di Kabupaten Bogor pernah kejadian saat pengadaan lahan untuk SMAN I Ciomas beberapa waktu lalu.

“Kalau banyak pihak yang mengingatkan seperti melalui berita, itu tandanya mereka sayang dengan Disdik, termasuk Kadisdiknya Pak Juanda. Kritikan itu bisa jadi masukan, dan kalau ada lahan fasos/fasum yang bisa dimanfaatkan kenapa tidak diutamakan, sehingga uang Rp 17,5 miliar yang dialokasikan APBD 2023 itu bisa disimpan dan dialokasikan untuk membangun gedung di APBD 2024 mendatang,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Juanda Dimansyah, dikonfirmasi Jurnal Bogor, baru-baru ini mengklaim penunjukan lokasi SMPN 4 Citeureup yang lahannya berada di Kampung Jelok Setu, Desa Leuwinutug, merupakan usulan dari kepala desa bukan Dinas Pendidikan.

“Pihak desa sudah menunjuk lokasi di sana, usulan itu langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan survei dengan melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti dari Sekretariat Daerah (Setda) Bagian Administrasi Pemerintahan,” sebut Juanda.

Juanda mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian lokasi lahan yang disurvei itu sangat cocok untuk membangun SMPN 4 Citeureup. Nah, terkait jalan masuk yang sempit nantinya akan dibangun jalan baru dari lahan 7.000 meter.

“Jadi dari semua aspek sudah terpenuhi, artinya tidak mengada-ada, apalagi kan untuk membeli lahan seluas 7.000 meter di wilayah Citeureup itu kan tidak gampang,” kata mantan kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Perumahan itu.

Disinggung soal anggaran Rp 17,5 miliar, Juanda menjelaskan, anggaran itu tak mungkin dihabiskan semua, karena membeli lahan untuk kepentingan umum dengan menggunakan uang negara/daerah ada aturannya.

“Kalau terkait berapa harga jual tanah permeter perseginya patokannya kan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) ditambah dengan harga kekinian di sekitar lokasi. Itu yang ngitung bukan dari Disdik, namun tim apprasial atau penaksir,” kata Juanda menutupi.***

 

Penulis : Zarkasi

Editor  : Mochamad Yusuf

 

Berita Lainnya

Tags: , , ,

Update News

Rudy Susmanto Kawal Aspirasi Warga Tambang ke Gubernur, Siapkan Jalur Khusus sebagai Solusi

CIBINONG,Siber24jam.com — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan...

KH Sogir AY Dorong Kepengurusan Baru KONI Bogor Tingkatkan Prestasi dan Tata Kelola Profesional

Bogor Siber24jam.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua...

Rotasi Penting di Kejati Jabar, Dua Pejabat Strategis Dilantik—Ada Pesan Tegas Soal Era Digital

Bandung Siber24jam.com — Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kembali melakukan penguatan struktur organisasi melalui pelantikan dua...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Penataan Wilayah yang Berkelanjutan

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin rapat percepatan penataan wilayah yang berlangsung di...