JAKARTA, Siber24jam.com – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus)...
Bogor, Siber24jam.com– Informasi soal delapan warga Kabupaten Bogor, yang tinggal di Kecamatan Sukajaya, dan Nanggung, tertimbun longsoran tanah di lokasi galian atau tambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, mengagetkan delapan keluarga para penambang.
Rasa duka pun langsung menyelimuti keluarga delapan warga Kabupaten Bogor itu. Empati untuk menguatkan phisikologis delapan keluarga penambang itu pun berdatangan, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bahkan, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan, sehari begitu menerima informasi, ada delapan warga Kabupaten Bogor, dari Kecamatan Nanggung dan Sukajaya, terjebak di lubang yang longsor langsung mengintruksikan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Mustakim, untuk mendatangi rumah dari delapan penambang yang ada di Kecamatan Nanggung.
“Jum’at (28/07) Tim Petugas Sosial Kesiapsiagan Bencana (PSKB) mengunjungi keluarga korban di Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. Dari delapan korban itu, tujuh diantaranya berasal dari Kecamatan Sukajaya dan satu orang dari Kecamatan Nanggung. Tim datang dipimpin langsung Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Pak Solihin, mewakili Plt Bupati Bogor, Pak Iwan Setiawan, “ kata Kadinsos Mustakim, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/07/2023).
Mustakim mengatakan, kunjungan kekeluarga delapan korban runtuhan tanah di tambang emas Kabupaten Banyumas itu sebagai wujud rasa empati dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kepada keluarga delapan korban, Pemerintah Kabupaten Bogor menitipkan bantuan paket sembako serta assement dan psikosial, karena hal itu diperlukan keluarga delapan korban, agar mereka kuat menerima cobaan yang maha berat itu,” ujar Mustakim, didampingi Kepala Linjamsos Solihin.
Selain itu, tambah Solihin kedatangan tim juga untuk melakukan pengecekan data-data yang berkaitan dengan pelayanan DTKS, BPJS bagi keluarga korban.
“Ini penting, agar ke depannya mereka bisa diusulkan mendapatkan hak tersebut. Saat ini Dinsos akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Sosial (Kemensos) berkaitan dengan musibah ini. Atas perintah Plt Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), Dinsos sudah mensiapkan kendaraan 1 unit elf bagi keluarga korban, jika ada yang akan berangkat ke Banyumas,” kata Solihin menutupi. ***
Berikut ini nama-nama korban
1.Cecep Suriyana, usia 29 tahun, Islam, buruh, Desa Cisarua RT 02/08, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor
2.Muhamamad Rama Abd Rohman, usia 38 tahun, laki laki, Islam, wiraswasta, Desa Cisarua RT 02/05, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor
3. Ajat, usia 29 tahun, laki laki, Islam, belum/tidak bekerja, Desa Kiarasari RT 01/06, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor
4. Mad Kholis, usia 32 tahun, laki laki, Islam, buruh, Desa Kiarapandak RT 02/07, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor
5.Marmumin, usai 32 tahun, laki laki, Islam, wiraswasta, Desa Kiarasari RT 02/06, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor
6. Muhidin, Bogor ( 44 th), laki laki, Islam, wiraswasta, Ds Kiarasari Rt 1/4 Kec Sukajaya Kabupaten Bogor
7. Jumadi, usia 33 tahun, laki laki, Islam, buruh, Desa Cisarua, RT 01/08, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten bogor
8. Mulyadi, usia 40 tahun laki laki, Islam, buruh, Desa Kiarasari RT 02/06 Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Penulis : Mochamad Yusuf
Berita Lainnya
Tags: banyumas, bogor, delapan, kabupaten, longsor, Tanah, warga
Petugas Sosial Kesiapasiagaan Bencana (PSKB) Dinas Sosial Kabupaten Bogor menurunkan bantuan sembako untuk disalurkan kepada delapan keluarga, tujuh tinggal di Kecamatan Sukajaya, dan satu di Kecamatan Nanggung. Delapan orang warga Kabupaten Bogor itu diduga menjadi korban longsor tanah di tambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah (foto istimewa)













