Update

Pupuk Organik Cair, Petani di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kab Bogor tak Perlu Beli Pupuk Kimia

limbah rumah tanggaTim inovasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM - UI) bersama warga Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor

Bogor, Siber24jam.com – Pupuk organik cair limbah  rumah tangga, inovasi dari mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Indonesia (FKM-UI) berhasil mengurangi ketergantungan petani di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menggunakan pupuk kimia.

“Pupuk organik cair yang kami buat bersama masyarakat Desa Tamansari, 100 persen memanfaatkan sampah-sampah organik atau basah buang rumah tangga,” kata seorang mahasiswa yang turut terlibat dalam pembuatan pupuk organik cair yang diberi nama  POCTARI singkatan dari Pupuk Organik Cair untuk Petani Desa Tamansari, Rabu (21/06/2023).

POCTARI diadakan dengan tujuan utama memenuhi harapan masyarakat akan pupuk organik yang ramah lingkungan dan dapat dibuat secara mandiri.  Inovasi mahasiswa FKM UI pun direspon positif  Pemerintah Desa Tamansari dan Puskesmas Sirnagalih.

“Pupuk organik cair yang diciptakan mahasiswa FKM UI ini bisa membantu meringankan beban petani, karena dengan menggunakan POCTARI, ongkos produksi yang dikeluarkan petani bisa ditekan, karena penggunaan pupuk kimia berkurang,” ujar Kepala Desa Tamansari, Sutrisno.

Sutrisno mengungkapkan, selain bisa dipakai untuk pupuk tanaman, penggunaan pupuk organik cair dengan bahan sampah atau limbah rumah tangga akan ada efek domino, yakni berkurangnya tumpukan sampah. “Pupuk organik cair ini sangat ramah lingkungan, dan mendukung program pertanian berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah,” ungkapnya.

dr. Fitri Indriawati, perwakilan dari Puskesmas Sirnagalih, menjelaskan, mengenai manfaat penggunaan pupuk organik cair. Penggunaan pupuk organik cair, sambung dr. Fitri, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berpotensi mencemari lingkungan dan merusak keseimbangan ekosistem.

“Dengan menggunakan pupuk organik cair, petani dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan berkualitas, sambil menghemat biaya produksi,” katanya menambahkan.

Firti berharap, POCTARI dapat menjadi tonggak awal dalam perubahan paradigma petani Desa Tamansari, terkait pengelolaan sampah dan penggunaan pupuk. Apalagi, Pemerintah Desa Tamansari juga berkomitmen untuk mendukung implementasi program ini dengan menyediakan fasilitas dan pendampingan teknis yang diperlukan oleh para petani. “Langkah ini diharapkan dapat menciptakan Desa Tamansari yang bersih, hijau, dan lestari, dan berkelanjutan,” tutupnya. ***

 

Sumber : Bappedalitbang

Editor : Mochamad Yusuf

 

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

Bupati Bogor Rudy Susmanto: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Wujudkan Kabupaten Bogor Ramah Anak

CIBINONG Siber24jam.com – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto...

Jelang Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Rudy Susmanto Ajak Warga Bogor Jaga Kebersihan dan Ketertiban

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor mematangkan berbagai persiapan menjelang pertandingan Tim Nasional Indonesia menghadapi...

Konferprov PWI Jabar 2026 Dimulai, Siapa yang Akan Nahkodai Organisasi Wartawan Terbesar di Jawa Barat?

BANDUNG Siber24jam.com – Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Tahun 2026...

Sastra Winara Dukung Penuh Kesiapan Stadion Pakansari Sambut Piala AFF 2026

CIBINONG Siber24jam.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapan Stadion...