Update

Pantau Pasien Darah Tinggi, Puskesmas Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kab Bogor Pakai Aplikasi

pantau pasien darahAplikasi Mapah Online, ciptaan Puskesmas Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor

Bogor, Siber24jam.com- Pantau pasien darah tinggi, di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, kini selangkah lebih maju karena sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui aplikasi.

Aplikasi ciptaan Puskesmas Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya itu diberi nama Mapah Online.  Apliksi ini diciptakan Puskesmas Kiarapandak, Maret 2023 lalu, dengan adanya aplikasi ini pasien yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi lebih maksimal, selain itu pasien juga tak perlu datang ke Puskesmas, cukup dengan memanfaatkan aplikasi Mapah.

“Aplikasi Mapah Online ini kami ciptakan, agar masyarakat yang menderita penyakit tekanan darah tinggi bisa mengontrol sendiri tekanan darahnya setiap jam, tanpa harus ke Puskesmas,” kata Kepala Puskesmas Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya dr. Arie Wahyudin, dalam keterangannya yang disebar tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitang) Kabupaten Bogor, Rabu (21/06/2023).

Arie mengatakan, selain pengontrolan tekanan darah, aplikasi Mapah Online ini juga menginformasikan obat apa saja yang harus diminum pasien penderita tekanan darah tinggi. “Jadi aplikasi Mapah Onlinem cara kami memberikan kemudahan pada pasien,: ujarnya.

Sebagai informasi, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang.

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persiten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung coroner) dan otak (menyebabkan stroke). Untuk mengetahui gambaran umum permasalahan Hipertensi di Kabupaten Bogor Tahun 2019, terhadap jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun berasal dari pemutakhiran data profil kesehatan tingkat puskesmas dengan estimasi penderita hipertensi sebesar 1.313.562 kasus dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebesar 830.741 (63,24%) penduduk yang tersebar di 101 puskesmas

Melansir dari data kasus penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kiarapandak adalah sebanyak 550 orang dan yang melakukan pemeriksaan rutin hanya sekitar 50 orang kurang dari 10% pasien hipertensi. ***

 

Sumber : Bappedalitbang

Editor : Mochamad Yusuf

 

Berita Lainnya

Tags: , , ,

Update News

Pengajian Jurnalis Al Qlam, KH Achmad Yaudin Sogir: Kesucian Saat Buang Air Menentukan Sahnya Ibadah

CIBINONG Siber24jam.com – Pengajian rutin para jurnalis yang tergabung dalam Al Qlam kembali digelar di...

Kejagung Sita Lamborghini, Fortuner, Camry, Emas 8 Kg, Puluhan Dump Truck dan Excavator Milik Tersangka Aseng

Siber24jam.com,  JAKARTA – Tim Penyidik Kejaksaan Agung menyita sejumlah aset milik tersangka SDT alias Aseng...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Seluruh Elemen Bersatu Berantas Judi Online

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi praktik...

Mengganti Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda: Mengembalikan Identitas atau Sekadar Simbol?

liputan08.com – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kembali mengemuka setelah seluruh...