Babakan Madang Siber24jam.com — Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor meninjau langsung jalur yang akan dilalui dalam...
Jakarta,Siber24jam.com- Program transisi energi terus digaungkan Pertamina, perusahaan milik negara itu mendukung terkait pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk moda transportasi, dukungan dari BUMN Migas itu direalisasikan dengan memproduksi Diesel Dual Fuel(DDF) yakni bahan bakar kombinasi dari solar dengan Compresses Natural Gas (CNG). Bahan bakar kombinasi ini diluncurkan di Terminal Plumpang, Jakarta, Selasa (27/12/2022) lalu.
Implementasi penggunaan CNG merupakan sinergi dalam kerangka transisi energi yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga selaku pengelola Mobil Tangki Logistik dan PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk. selaku penyedia CNG. PGN melakukan inovasi dalam menyediakan mobile SPBG serta LNG/CNG
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tutuka Ariadji mengapresiasi sekaligus mendorong langkah Pertamina dalam mengimplementasikan DDF pada mobil tangki.
Menurut Tutuka, pemanfaatan DDF iini sejalan dengan program Pertamina terkait Net Zero Emission tahun 2060. Makanya, Tutuka berharap, di tahun 2024 nanti DDF sudah dapat diimplementasikan di 89 mobil tangka Pertamina.
“Pertamina telah berkontribusi besar dalam bidang ini, pemanfaatan gas bersama PGN dan Pertamina Patra Niaga dalam hal menyediakan dan mendistribusikan BBG. Ke depannya kami terus mendorong kontribusi yang lebih terutama dengan adanya DDF pada mobil tangki Pertamina ini,” ungkap Tutuka, dikutip dari laman Pertamina.co.id, Rabu (28/12/2022).
Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Erry Widiastono mengatakan, implementasi DDF merupakan komitmen Pertamina dalam rangka mengurangi emisi karbon dan implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) di perusahaan.
“Dengan implementasi DDF maka biaya operasional akan semakin efisien, juga pemakaian volume CNG akan meningkat sesuai dengan target Kepmen ESDM 47/2021, serta tercipta ekosistem pemanfaatan BBG sebagai energi transisi,”ujar Erry.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menyatakan bahwa PGN sebagai Subholding Gas Pertamina mendukung penuh program konversi BBG Pertamina. Di sisi lain, PGN telah menargetkan perluasan pemanfaatan BBG untuk transportasi darat dalam 5 (lima) tahun ke depan. Konversi ke BBG pada truk logistik BBM, diharapkan bisa semakin meningkatkan optimalisasi SPBG.
“Dengan penggunaan DDF akan memberikan penghematan biaya bahan bakar pada truk dual fuel sampai dengan 30 persen. Secara teknis, DDF telah memenuhi standar keamanan di antaranya dari Kementerian ESDM Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian,” jelas Heru.
Sebagai informasi, PGN pada tahun 2023 mendatang menargetkan untuk mengonversi 1.000 unit truk/ bus dalam lima tahun ke depan. Secara bertahap, konversi ke BBG juga akan dilakukan pada kendaraan kecil sekitar 18.000 unit. PGN menyiapkan 57 titik lokasi SPBG, termasuk Mobile Refulling Unit (MRU) untuk menyediakan serta mendistribusikan BBG. ***
Editor : Mochamad Yusuf
Peluncuran Diesel Dual Fuel(DDF) bahan bakar kombinasi dari solar dengan Compresses Natural Gas (CNG). Bahan bakar kombinasi ini diluncurkan di Terminal Plumpang, Jakarta, Selasa (27/12/2022) lalu. (foto pertamina.com)











