Update

Gegara Suka Jahit, Pakaian Kucing Membuat Fredi Panen Cuan

gegara suka jahitFredi Lugina Proyadi, menunjukan pakaian kucing buatannya. Pakaian hewan yang banyak dipelihara dipasarkan secara online dan offline (foto dok pribadi)

Bogor,Siber24jam.com- Gegara suka jahit menjahit. seorang warga Gang Baitur Rohman RT 03/02, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor,  bernama Fredi Lugina Proyadi, berhasil meraih kesuksesan dan panen cuan atau uang berkat pakaian untuk kucing peliharaan. Hebatnya lagi, pemesan pakaian si Meong itu tak hanya dari dalam negeri, namun ada juga dari luar.

“Pembeli dari luar itu memesan pakaian kucing yang saya buat itu dari marketplace atau pasar digital. Alhamdulillah dari pakaian kucing ini dari sisi ekonomi kehidupan saya dan keluarga lebih dari cukup,” kata Fredi,  Rabu (28/12/2022).

Sebelum menjadi penjahit pakaian kucing peliharaan, Fredi berprofesi sebagai guru privat. Namun, setelah menjalani profesi penjahit pakaian kucing, Fredi memutuskan untuk menanggalkan profesi lamanya sebagai pengajar.

“Awalnya kan untuk sampingan mengisi waktu luang, eeh ternyata banyak pesanan, makanya dari pada terabaikan profesi gurunya, saya lebih memilih jadi penjahit pakaian kucing saja, agar lebih fokus, dan ternyata benar, usaha yang saya tekuni ini menuai hasil,” ujar Fredi.

Fredi mengaku, sebelumnya menjahit pakaian kucing, dirinya merupakan penjahit pakaian orang dewasa yang ditekuninya usai mengajar. Namun, ketika tahun 2017 keponakannya, Fredi disarankan mencoba membuat pakaian kucing. Alasanya keponakannya itu, saat itu memelihara kucing lagi tren.

“T ahun 2018 saya buat costume cosplay, costum karakter, alhamdulillah ada perkembangan sampai sekarang saya kembangkan ke karakter-karakter tokoh yang dikenal banyak orang,” papar lelaku berusia 41 tahun ini.

Dari sis pemasaran, karena Fredi paham akan digital, sistem pemasaran sebagian besar dilakukan melalui jaringan dengan memanfaatkan akun-akun media sosial, tanpa disangka banyak mendapatkan respon pemilihara kucing.

Pemasaran digital itu, kata Fredi, daya jangkaunya sangat luas, makanya buyer datang dari jauh-jauh, bahkan dari luar negeri, semisal Malaysia, Singapura, bahkan ada dari Eropa, Kanada dan Amerika Serikan. “Pakaian yang dipesan dikirim melalui jasa pengiriman setelah sang pembeli itu mentransfer uang kerekingnya, kalau tidak mereka membelinya dionline shop,” ujarnya.

Baju kucing buatan Fredi dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 30 ribuan hingga paling mahal dibandrol dengan harga Rp 200 ribu. Tapi, semua tergantung tipe dan tingkat kesulitan dalam membuatnya.

Dalam sebulan, Fredi mengungkapkan, omzetnya bisa menembus sepuluh juta rupiah. “Rata-rata dalam sebulam omzet berkisar mulai Rp 3 sampai Rp 6 juta. Kalau lagi ramai bisa di atas Rp 10 jutaan lah dalam sebulan,” kata Fredi menutupi. ***

 

 

Editor : Mochmada Yusuf

 

Berita Lainnya

Update News

Listrik PLN Sering Padam, Warga Perumahan Felicity Semarang Keluhkan Kerusakan Elektronik

Semarang, Siber24jam.com – Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, khususnya di kawasan Perumahan Felicity, Kota Semarang,...

Dalam Tiga Hari, Satresnarkoba Polres Banyuasin Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Lima Tersangka

Banyuasin, Siber24jam.com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banyuasin berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana...

Rudy Susmanto Dukung Film “Sayap Kecil Praja Muda Karana” Angkat Nilai Pramuka dan Wisata Malasari

CIBINONG, Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberikan dukungan penuh terhadap produksi film layar lebar...

Heboh Dugaan Sertifikat Ganda di Bogor, Ali Wardana Minta BPN dan Seluruh Pihak Terkait Diperiksa Total

BOGOR,Siber24jam.com – Munculnya dugaan sertifikat elektronik atas sebidang lahan yang sebelumnya telah memiliki sertifikat resmi...