Jakarta Siber24jam.com – Sebuah dokumen laporan intelijen dari Kabid Propam Polda NTB yang dikeluarkan awal...
Sukabumi,Siber24jam.com- Program penuntasan stunting di Kabupaten Sukabumi, dipenghujung tahun 2022 makin masif dilakukan. Langkah ini diambil, karena daerah yang dipimpin duet Bupati Marwan Hamami dan Wakil Bupati Iyos Somantri itu, menargetkan angka stunting di 2024 berada dikisaran 14 persen.
“Pokoknya, tahun 2024 nanti angka stunting dikisaran 14 persen. Makanya, kita masif melalukan gerakan penuntasan dengan melibatkan banyak pihak,”kata Wakil Bupati Iyos Somantri, Kamis (17/11/2022), dikutip dari laman sukabumikab.go.id.
Iyos menyebut, satu dari sekian langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dengan meluncurkan Gerakan Aksi Deteksi dan Intervensi Stunting di Kabupaten Sukabumi (Gadis Sukabumi) di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Selasa (15/11/2022) lalu
“Gadis Sukabumi ini yang diluncurkan secara hybrid ini, sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menurunkan dan mencegah stunting baru,”ujar Iyos.
Gadis Sukabumi ini, kata Iyos, sebuah gerakan lebih menekankan terhadap pencegahan stunting sejak awal kehamilan. Hal itu dilakukan dengan pengecekan kondisi ibu hamil.
“Sejak awal kehamilan sudah bisa dilihat dengan mengukur lingkar lengan atas ibu hamil tersebut. Ketika lingkarannya di bawah 23,5 cm, harus langsung diintervensi nutrisinya. Sebab bisa kemungkinan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anaknya beresiko stunting,” jelasnya.
Pendeteksian tersebut, kata Iyos, harus dilakukan dari Posyandu atau pelayanan kesehatan di tingkat bawah. Sehingga, proses intervensi bisa lebih tepat sasaran.
“Ketika ditemukan yang KEK, baru digempur oleh perangkat daerah dan semua pihak untuk intervensi nutrisinya. Sehingga, ibu hamil itu diberi nutrisi yang lengkap untuk mencegah anaknya stunting,” ucapnya.
Terkait intervensi nutrisi ini, sebut Iyos, sejumlah perangkat daerah telah banyak berbuat, seperti Dinas Pertanian menanam padi nutri zinc. Padi tersebut dianggap mampu mencegah stunting.
“Nutri zinc ini diberikan kepada ibu hamil ataupun anak yang stunting. Sehingga gizinya terpenuhi ditambah dengan nutrisi dari ikan dan lainnya,” ungkapnya.
Pemberian nutrisi ini kata Iyos, harus diberikan kepada anak sejak 1000 hari pertama kehidupan. Sebab, tumbuh kembang anak itu dimulai dari 1. 000 hari pertama. “Selama 1000 hari pertama, anak harus dicecar makanan bergizi,” bebernya.
Iyos melanjutkan, melalui Gadis Sukabumi diharapkan stunting di menurun. Sebab, stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak anak dan metabolik.
“Maka dari itu, kami berharap stunting turun dan tidak ada lagi yang baru di Kabupaten Sukabumi. Semua bisa terwujud dengan kerja bersama,” harapnya.
Ketua DPRD Yudha Sukmagara mengatakan, stunting merupakan permasalahan bersama dan harus dilawan bersama-sama. Apalagi, telah ada sistem untuk mendeteksi dan menangani stunting. “Sekecil apapun hal yang perlu dilakukan bersama untuk mengatasi stunting ini,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dr. Rika Mutiara menambahkan, kegiatan ini sebagai langkah penting pemda untuk memastikan integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama. “Kegiatan ini dilakukan sekaligus membangun komitmen publik dalam penurunan stunting,” katanya menutupi. ***
Editor : Mochamad Yusuf
Berita Lainnya
Tags: 2022, ASN, AY, BRI, bupati, Camat, Daerah, dinas kesehatan, DPR, DPRD, Emas, IG, Kabupaten Sukabumi, kesehatan, Ketua DPR, MU, nutrisi, PAN, pemerintah, Stunting, Sukabumi, wakil bupati
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri, menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 50 juta kepada kelompok masyarakat untuk program ketahanan pangan. Bantuan itu bagian dari program penguatan gizi untuk menurunkan angka stunting (Foto Dok Sukabumikab.go.id)