Update

Dollar AS Menguat, Rupiah Melemah Diangka Rp15.035/US$, Ini Penyebabnya

Jakarta, Siber24jam.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/9/2022), sehari setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Melansir data Refinitiv, rupiah pukul 14:00 WIB menyentuh Rp 15.035/US$, melemah 0,13% di pasar spot. Mata Uang Garuda berada di dekat level terlemah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.

Kenaikan suku bunga kemarin lebih tinggi dari konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia mayoritas memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin. Sehingga sekali lagi menjadi kejutan.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga sebagai bagian dari langkah pre-emptivefront-loading dan forward looking untuk menekan ekspektasi inflasi.Ekspektasi diperkirakan akan melonjak setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi pada 2 September lalu.

Meski demikian, rupiah belum mampu menguat merespon kejutan dari BI. Sebab, Perry menegaskan kenaikan suku bunga tidak akan agresif.

“Kenaikan suku bunga agresif tidak diperlukan di Indonesia,” ungkap Perry.

Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) justru menegaskan akan masih terus agresif menaikkan suku bunga.

The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3% – 3,25%. Sepanjang tahun ini The Fed sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 300 basis poin, dan masih akan terus melakukannya hingga tahun depan.

The Fed kini melihat suku bunga akan mencapai 4,6% (kisaran 4,5% – 4,75%) di tahun depan. Artinya, masih akan ada kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.
Bahkan, beberapa pejabat The Fed melihat suku bunga berada di kisaran 4,75 – 5% di 2023.

Hal ini membuat dolar AS menjadi sangat perkasa, rupiah pun sulit menguat.

Penulis: Zarkasi
Sumber: CNBC Indonesia

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

Pengajian Al Qalam Kembali Digelar, KH AY Sogir: Pernikahan Jalan Ibadah dan Pembuka Rezeki dari Allah

BOGOR, Siber24jam.com — Pengajian rutin Jumat malam “Al Qalam” yang menjadi wadah silaturahmi para jurnalis...

Rudy Susmanto Lepas 439 Calon Jamaah Haji Kloter 14 Kabupaten Bogor Menuju Tanah Suci

CIBINONG, Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas 439 calon jamaah haji Kloter 14...

Rudy Susmanto Dorong Sport Tourism Lewat Bogorun 2026, Ribuan Pelari dan 12 Negara Ambil Bagian

BABAKAN MADANG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan berbagai...

Dedy Firdaus Apresiasi APFI 2026, Tegaskan Pewarta Foto Pilar Penting Jurnalisme Visual

BOGOR, Siber24jam.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, memberikan apresiasi tinggi terhadap...