Update

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, 40 Persen Pengadaan Barang Pemkab Sukabumi Produk Lokal

Wakil Bupati SukabumiWakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri (foto dok sukabumikab.go.id)

Sukabumi,Siber24jam.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pada tahun 2022 ini, belanja pengadaan barang akan lebih memprioritaskan produk-produk lokal atau buatan anak negeri yang sudah ada di e katalog.

“Prioritas belanja pengadaan produk lokal ini kan bagian dari kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dicanangkan pemerintah pusat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus membantu pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM),” kata Wakil Bupati Iyos Somantri, Kamis (25/08/2022).

Iyos mengungkapkan, intruksi agar belanja pengadaan barang pemerintah daerah, provinsi, hingga kementerian dan lembaga negara langsung dari Presiden Joko Widodo. Nah, untuk level pemerintah daerah, baik itu provinsi, kabupaten kota, Kementerian Dalam Negeri (Kemendgari) tak pernah bosan mengingatkan.

“Seperti yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pak Tito Karnavian, saat membuka APKASI  Procurement Network (APN) 2022 Hall A1 Jakarta International Expo (JIEXPO), Rabu (24/08/2022),” ujar Iyos.

Sebagai informasi, APN 2022 merupakan agenda tahunan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Pada penyelenggaraan APN tahun ini, bertujuan mendukung program pemerintah  mensukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Selain itu, APN 2022 juga bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan serapan anggaran belanja pengadaan barang/jasa produk UMKM dan Koperasi.

“Kegiatan APKASI ini, untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan produk dalam negeri, dan semua pemerintah daerah minimal berbelanja produk lokal sebanyak 40 persen dari total kebutuhan pengadaan barang,” kata Iyos.

Iyos pun berjanji, pelaku IKM, dan UKM Kabupaten Sukabumi untuk mendaftarkan produk unggulannya ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP). “Ini penting dilakukan, agar produk IKM dan UMKM kita bisa masuk e katalog,” tutup Iyos. ***

 

Penulis : Hepie Hermawan

Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

INASSOC Jabar Resmi Dilantik, Oteu Herdiansyah Siapkan Pembenahan Organisasi dan Pembinaan Airsoft di 27 Kabupaten/Kota

SUMEDANG Siber24jam.comb– Pengurus Daerah Indonesian Airsoft Association (INASSOC) Jawa Barat periode 2026–2030 resmi dilantik dalam...

Pelindo Mengajar, Yogi Firdaus Kembali ke SMAN 1 Pandeglang, 125 Siswa Dapat Inspirasi Karier dan Dunia Kepelabuhanan

Siber24jam.com, PANDEGLANG –  Pendidikan tidak sekadar menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga fondasi...

Nama Bahlil Terseret Isu Penyadapan Presiden, Ketum Golkar: Jangan Uji Nyali Kami!

Jakarta Siber24jam.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan...

Dr. Fri Hartono Bongkar Arah Baru Penegakan Hukum Pidana, 400 Jaksa Jabar hingga Banten Digembleng

Siber24jam.com, BANDUNG– Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)...