Update

Program UMi dari PIP Hadir, Permudah Kelompok Rentan pada Akses Pembiayaan

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah

Jakarta,Siber24jam.com– Selama pandemi Covid-19, perempuan dan remaja serta usaha mikro menjadi kelompok lebih rentan secara finansial. Apalagi, perempuan cenderung bekerja pada sektor informal serta memiliki akses yang lebih sedikit atas perlindungan sosial.

Sementara itu, bagi kaum muda, pandemi Covid-19 tela menghancurkan pekerjaan mereka, menghilangkan produktivitas, serta menurunkan pendapatan.

Kemudian, banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam mengakses sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya. Padahal  UMKM memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja, investasi, inovasi serta pertumbuhan ekonomi global.

Keberhasilan UMKM sangat penting bagi pemulihan ekonomi dunia di saat krisis. Pemerintah untuk memastikan bahwa kelompok yang paling rentan dan kurang terlayani dapat memiliki akses ke layanan keuangan yang bertanggung jawab.

Kemajuan teknologi digital dan pendekatan inovatif berpotensi memperluas akses keuangan sehingga mereka dapat bertahan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan  Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah, saat menjadi narasumber  dalam seminar internasional bertema ‘International Seminar on Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth”.

Seminar  hybrid yang digelar Rabu (11/05/2022) lalu itu merupakan side event dari working group G20 yaitu Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI).

Ririn menyampaikan Kementerian Keuangan telah meluncurkan Program UMi pada tahun 2017, yang dikelola Badan Layanan Umum bernama Pusat Investasi Pemerintah.

“Program UMi dirancang untuk memberikan pinjaman mikro yang dapat dengan mudah dan cepat diakses melalui lembaga keuangan non-bank.Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi usaha mikro, termasuk perempuan, pemuda, maupun usaha rintisan mikro, untuk mendapatkan dukungan keuangan sehingga dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat,” papar Ririn, Selasa (17/05/2022).

Sejak 2017 hingga akhir 2021, kata Ririn, program UMi telah menjangkau lebih dari 5 juta usaha Ultra Mikro dengan nilai pinjaman lebih dari Rp18 triliun atau lebih dari 1,2 miliar USD.  Penyaluran pembiayaan melalui 55 mitra non-bank, dengan jangkauan 508 dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa 95 persen  penerima UMi adalah perempuan, 91 persen mengambil pinjaman mikro UMi di bawah Rp5 juta rupiah, serta 96 persen dari sektor bisnis adalah sektor ritel kecil,”ujarnya.

Fakta menarik lainnya dari data 5 tahun, sebut Ririn, adanya peningkatan jumlah debitur yang lebih muda. Proporsi debitur dengan usia di bawah 30 tahun meningkat dari hanya 8 persen  pada tahun 2017 menjadi 18  persen  pada tahun 2021.

“Untuk tahun 2022 ini, PIP ditargetkan untuk menambah 2 juta debitur baru yang diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,”tutup Ririn.

Sebagai catatan, PIP merupakan unit organisasi non eselon di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan. ****

 

Sumber : Pusat Investasi Pemerintah

Editor : Mochamad Yusuf

 

Tags: , , , , , , , , ,

WordPress Ads