TAJUK REDAKSI SIBER24JAM.COM & LIPUTAN08.COM Senin: 28 September 2026 BOGOR — Perumda Air Minum Tirta...
BOGOR, Siber24jam.com – Masa jabatan jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor periode 2021–2026 segera berakhir. Namun, hingga Jumat (25/9/2026), Pemerintah Kabupaten Bogor belum mengumumkan pembukaan seleksi direksi periode berikutnya.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Ibnu Sakti Mubarok, kader Partai Demokrat sekaligus aktivis GMNI. Ia meminta proses seleksi segera dibuka secara terbuka, transparan, profesional, dan berbasis kompetensi.
“Ini agak aneh. Jabatan direksi tinggal menghitung hari berakhir, tetapi sampai sekarang belum ada pengumuman pembukaan seleksi,” ujar Ibnu, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, proses pergantian direksi perlu dipersiapkan sejak jauh hari agar tidak menimbulkan kekosongan maupun ketidakpastian dalam pengelolaan perusahaan.
Ibnu menilai posisi direksi Tirta Kahuripan membutuhkan figur yang memiliki kompetensi, integritas, pengalaman, serta kemampuan mengembangkan perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sendiri memiliki jumlah pelanggan yang besar. Berdasarkan data perusahaan, jumlah sambungan langganan mencapai 244.675 per 31 Desember 2025. Cakupan pelayanan administratif tercatat 12,85 persen dan cakupan teknis 32,11 persen.
“Seleksi terbuka penting agar seluruh kandidat yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama. Jangan hanya melihat siapa yang sudah dikenal, tetapi siapa yang memang memiliki kompetensi,” katanya.
Soroti Pelayanan Air
Selain proses pergantian direksi, Ibnu juga menyoroti kualitas pelayanan air bersih di sejumlah wilayah, salah satunya kawasan pelayanan Leuwiliang.
Ia mengatakan gangguan pasokan air kepada pelanggan harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau ada persoalan pasokan yang berulang, tentu harus menjadi bahan evaluasi. Direksi harus memastikan pelayanan kepada pelanggan terus diperbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Jabarstyle.com, gangguan pasokan di wilayah barat antara lain berkaitan dengan keterbatasan kapasitas pompa pada sumber air yang melayani wilayah tersebut.
Manajemen Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sebelumnya menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pelanggan pada sumber air Cibungbulang dan Geledug menyebabkan kebutuhan air meningkat, terutama pada jam-jam puncak. Kondisi tersebut juga dipengaruhi penurunan debit sungai saat kemarau sehingga diperlukan penyesuaian proses produksi.
Manajemen menyatakan terus mengevaluasi kapasitas produksi kedua instalasi, mencari titik kebocoran, serta melakukan rehabilitasi jaringan pipa untuk meningkatkan kelancaran distribusi air ke pelanggan.
Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyatakan perusahaan terus berupaya memperluas cakupan pelayanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Pemkab Bogor dalam menyiapkan proses pergantian direksi, termasuk kapan seleksi akan diumumkan dan bagaimana mekanisme pemilihan calon direksi untuk periode berikutnya.
Berita Lainnya
Tags: 4 Hari Lagi Masa Jabatan Berakhir, Seleksi Direksi Tirta Kahuripan Belum Dibuka






















