Update

640 Murid Baru MAN 1 Bogor Ikuti Matamuda, Komitmen Wujudkan Sekolah Bebas Bullying

640 Murid Baru MAN 1 Bogor Ikuti Matamuda, Komitmen Wujudkan Sekolah Bebas Bullying

Siber24jam.com, BOGOR – Sebanyak 640 murid baru MAN 1 Bogor mengikuti rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) yang memasuki hari kedua, Senin (14/7). Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Kampus 1 Cirimekar dan Kampus 2 Karadenan sebagai bagian dari agenda pengenalan lingkungan madrasah yang berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli. Melalui Matamuda, para peserta diperkenalkan pada budaya madrasah, tata tertib, serta nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi pembelajaran di MAN 1 Bogor.

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan salat duha bersama, tadarus serta dzikir Asmaul Husna di Lapangan Utama Madrasah. Setelah itu, para murid memperoleh berbagai materi penguatan karakter dan wawasan kebangsaan dari sejumlah narasumber yang berlangsung di Aula Madrasah.

Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Dhamar Yulianto, menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama dan Budaya Digital sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital secara bijaksana. Selain itu, Kapten Inf. H. Tatang Taryono selaku Danramil, Serka Arinta, H. Luban dari Babinsa Cirimekar dan Polsek Cibinong yang diwakili oleh Kanit Bimas AKP Agus Sugianto SH, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cirimekar, Aiptu Suharsono, memberikan edukasi mengenai Madrasah Aman, bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan bullying, serta penguatan wawasan kebangsaan guna membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, dan harmonis.

Kepala MAN 1 Bogor, Hj. Dian Kardinah, menegaskan bahwa penyelenggaraan Matamuda merupakan bentuk pelayanan madrasah kepada murid baru agar mereka dapat mengenal lingkungan belajar secara utuh dan merasa nyaman sejak hari pertama menempuh pendidikan.

Menurutnya, suasana madrasah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan menjadi salah satu kunci keberhasilan peserta didik dalam meraih prestasi.

“Matamuda kami hadirkan untuk membangun rasa memiliki terhadap madrasah sekaligus memastikan setiap murid mendapatkan hak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Tidak akan ada bullying, baik verbal maupun nonverbal, di MAN 1 Bogor,” tegasnya.

Beliau juga mengajak seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, serta para murid untuk bersama-sama memerangi segala bentuk bullying melalui pembiasaan perilaku santun, saling menghargai, menjaga kerukunan, serta memperkuat semangat kebersamaan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 1 Bogor dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan Matamuda hari kedua berlangsung tertib, lancar, dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Keaktifan murid dalam mengikuti setiap sesi menunjukkan semangat mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Melalui rangkaian kegiatan ini, MAN 1 Bogor terus meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan ekosistem pendidikan yang aman, humanis, dan selaras dengan visi Kementerian Agama dalam mencetak generasi beriman, moderat, cerdas, dan berdaya saing.

Berita Lainnya

Tags:

Update News

KH Achmad Yaudin Sogir: Keterlambatan Sertifikat Wakaf Hambat PBG dan Izin Operasional Sekolah

Siber24jam.com, BOGOR – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, angkat...

Ketua KPK Tegaskan Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Dilaksanakan Sesuai Ketentuan

  Siber24jam.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kesiapan untuk melaksanakan fungsi supervisi terhadap...

Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus Luruskan Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang

BOGOR Siber24jam.com – Safari Jurnalis menjadi salah satu program unggulan PWI Kabupaten Bogor yang memiliki...

Petani Pasirjaya Khawatir Alih Fungsi Lahan, Desak BPN Lakukan Pengukuran Ulang

Petani Pasirjaya Khawatir Alih Fungsi Lahan, Desak BPN Lakukan Pengukuran Ulang