Update

Maling Lebih Cepat dari Panen, Petani Putih Doh Gigit Jari: Pisang Tinggal Kenangan

TANGGAMUS, Siber24jam.com – Nasib apes dialami seorang petani di Pekon Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (18/6/2026). Petani yang sejak lama merawat tanaman pisangnya dengan harapan dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan keluarga, justru dibuat kecewa setelah mendapati pohon pisangnya telah ditebang dan buahnya raib diduga dicuri maling.

Peristiwa ini menambah daftar keresahan para petani di wilayah Cukuh Balak. Tidak hanya pisang, sejumlah hasil pertanian seperti kopi, kakao (cokelat), dan berbagai komoditas lainnya juga kerap menjadi sasaran pencurian.

“Sudah berbulan-bulan dirawat, dipupuk, dibersihkan. Pagi ini saya berangkat dengan senyum karena membayangkan pisang sudah siap dipanen. Tapi begitu sampai di kebun, senyum langsung hilang. Pisangnya sudah tidak ada, yang tersisa hanya batang yang ditebang,” ujar salah seorang petani dengan nada kecewa.

Menurut warga, aksi pencurian hasil pertanian seperti ini bukan kali pertama terjadi. Mereka mengaku mulai merasa tidak aman karena hasil kerja keras yang menjadi sumber penghidupan keluarga kerap hilang begitu saja.

“Kalau begini terus, kami petani mau hidup dari mana? Belum panen sudah diambil orang. Kami berharap ada perhatian serius dari aparat agar pelaku bisa ditangkap,” kata warga lainnya.

Di tengah keindahan alam Cukuh Balak yang berada di kawasan pesisir dengan panorama laut dan perbukitan yang memukau, warga berharap keamanan juga menjadi perhatian utama. Mereka menginginkan situasi yang nyaman agar petani dapat bekerja tanpa dihantui rasa khawatir kehilangan hasil kebunnya.

Menanggapi kondisi tersebut, AKP Syamsul Bahri pernah berkunjung ke Daerah tersebut, yang dikenal sebagai anggota Brimob Pelopor Mabes Polri, menyampaikan keprihatinannya dan meminta aparat setempat meningkatkan pengawasan.

“Saya pernah berkunjung ke Daerah tersebut, Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku pencurian yang merugikan rakyat kecil. Saya berharap aparat setempat mengusut tuntas setiap laporan, meningkatkan patroli, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jangan sampai petani yang bekerja keras justru menjadi korban kejahatan berulang,” tegas AKP Syamsul Bahri.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah nyata untuk mengungkap pelaku pencurian dan mencegah kejadian serupa terulang kembali, sehingga para petani dapat kembali bekerja dengan tenang dan menikmati hasil jerih payah mereka.

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Penyelesaian 10.000 Unit Bedah Rumah, Target Tuntas Akhir 2026

CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mempercepat penyelesaian 10.000 unit program bedah rumah melalui Bantuan...

Jaro Ade Santuni Anak Yatim di HUT ke-111 Desa Parung Panjang, Dorong Mereka Raih Cita-Cita

PARUNG PANJANG – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, memberikan santunan sekaligus motivasi kepada anak-anak yatim...

Sekda Ajat: Pemkab Bogor Tak Bisa Sendirian, Sekolah Swasta Berperan Penting Tangani Anak Putus Sekolah

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS)...

Pengajian Jurnalis Al-Qalam di Cibinong, KH Achmad Yaudin Sogir Kupas Dosa Sehari-hari, Gus Sholeh Beri Dukungan

  CIBINONG, KABUPATEN BOGOR – Pengajian rutin para jurnalis Al-Qalam kembali digelar di kantor portal...