Update

Dr. Dian Assafri Nasai, S.H.: Provokasi Soal Kurban Presiden Berpotensi Merusak Persatuan Bangsa

Jakarta, Siber24jam.com – Sabtu (30/5/2026)  Akademisi dan pemerhati kebangsaan Dr. Dian Assafri Nasai, S.H., menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang terus menggiring opini negatif terkait bantuan hewan kurban Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui mekanisme negara.

Menurut Dian, perdebatan yang dibangun tanpa pemahaman terhadap aturan hukum dan tata kelola pemerintahan berpotensi menyesatkan masyarakat serta mengganggu persatuan bangsa.

“Masyarakat harus memahami bahwa bantuan hewan kurban Presiden merupakan program yang melekat pada jabatan Presiden sebagai kepala negara dan dilaksanakan melalui mekanisme yang sah. Jangan membangun opini yang menyesatkan seolah-olah program tersebut merupakan penyalahgunaan anggaran,” tegas Dr. Dian Assafri Nasai, S.H., di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Dian menegaskan bahwa dalam negara demokrasi kritik merupakan hak setiap warga negara. Namun kritik harus disampaikan berdasarkan fakta, data, dan ketentuan hukum yang berlaku, bukan melalui narasi yang dapat memicu kebencian atau keresahan publik.

Menurutnya, polemik yang sengaja dibangun terhadap program yang memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan penerima manfaat lainnya justru dapat mengaburkan makna utama Iduladha, yaitu pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Tetapi jika kritik berubah menjadi provokasi dan penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta, maka hal itu tidak memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat,” ujarnya.

Dian menjelaskan bahwa penggunaan anggaran negara yang telah ditetapkan melalui mekanisme APBN memiliki dasar hukum yang jelas dan diawasi oleh berbagai lembaga negara. Karena itu, penilaian terhadap program pemerintah harus dilakukan secara objektif dan proporsional.

Ia juga mengutip pandangan sejumlah ulama yang menyatakan bahwa esensi kurban adalah menghadirkan kemaslahatan bagi umat, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Selama program dilaksanakan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata, maka yang perlu dikedepankan adalah nilai sosial dan kemanusiaannya.

“Jangan sampai isu-isu yang tidak berdasar justru memecah belah masyarakat. Bangsa ini membutuhkan persatuan, bukan provokasi. Kritik harus membangun, bukan menciptakan kegaduhan,” katanya.

Dian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga etika dalam menyampaikan pendapat serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok maupun politik sesaat.

Dr. Dian Assafri Nasai, S.H.: Provokasi Soal Kurban Presiden Berpotensi Merusak Persatuan Bangsa

Dr. Dian Assafri Nasai, S.H. Tegas: Kritik Kurban Presiden Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Provokasi

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Konferprov PWI Jabar 2026 Dimulai, Siapa yang Akan Nahkodai Organisasi Wartawan Terbesar di Jawa Barat?

BANDUNG Siber24jam.com – Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Tahun 2026...

Sastra Winara Dukung Penuh Kesiapan Stadion Pakansari Sambut Piala AFF 2026

CIBINONG Siber24jam.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapan Stadion...

Sekda Kabupaten Bogor: PNS Tersangka Korupsi RSUD Bogor Utara Diberhentikan Sementara Sesuai Aturan

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum dengan memberhentikan...

Rudy Susmanto Percepat Perbaikan 6.500 RTLH, Sinergi dengan Pemerintah Pusat Kian Kuat

CIBINONG, Siber24jam.com – Komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah...