Update

Lobang Menganga di Tol Trans Jawa KM 243 Arah Jakarta–Jateng, Ancam Keselamatan Pengendara

siber24jam.com JAWA TENGAH — Kondisi membahayakan ditemukan di ruas Tol Trans Jawa KM 243 arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Sebuah lobang cukup dalam terlihat menganga di badan jalan tol dan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Sejumlah pengendara mengaku nyaris celaka akibat kondisi jalan yang rusak tersebut. Minimnya tanda peringatan dan lambannya penanganan dari pengelola tol dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Saya kaget sekali, tiba-tiba mobil menghantam lobang cukup dalam. Kalau saja tidak sigap mengendalikan setir, bisa saja mobil terguling atau menabrak kendaraan lain,” ujar Andi (42), seorang pengendara asal Jakarta, saat dimintai keterangan.

Pengendara lain juga mengeluhkan kerusakan kendaraan akibat menghantam lobang tersebut.

“Velg mobil saya bengkok dan ban langsung pecah. Ini jelas kelalaian pengelola tol. Jalan tol itu berbayar, tapi keselamatannya tidak dijaga,” keluh Rudi, pengemudi minibus. Senin (29/12/2025)

Mahasiswa Peduli Hukum, Aliwardan, menegaskan bahwa pengelola jalan tol memiliki tanggung jawab hukum penuh atas keselamatan pengguna jalan.

“Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengelola jalan wajib memastikan kondisi jalan aman, laik, dan tidak membahayakan pengguna,” jelas Aliwardan.

Menurutnya, apabila terjadi kecelakaan atau kerusakan kendaraan akibat kelalaian pengelola tol, korban berhak menuntut ganti rugi.

“Pasal 240 UU Lalu Lintas secara tegas menyebutkan bahwa korban kecelakaan berhak mendapatkan ganti kerugian apabila kecelakaan disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak. Ini termasuk jalan tol,” tegasnya.

Aliwardan menambahkan, pengelola tol tidak bisa berlindung di balik alasan teknis atau cuaca.

“Jika sudah diketahui ada kerusakan namun tidak segera diperbaiki atau diberi rambu peringatan, maka itu masuk kategori kelalaian dan dapat digugat secara perdata, bahkan berpotensi pidana jika menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Para pengendara mendesak pengelola tol dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan serta memasang rambu peringatan yang memadai. Jika dibiarkan, kondisi ini dinilai bisa memicu kecelakaan beruntun dan mengancam nyawa pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Tol Trans Jawa terkait kerusakan jalan di KM 243 tersebut.

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Hadir di Acara Pengukuhan PWI Jabar, KDM Tekankan Pentingnya Pers yang Independen dan Edukatif

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan insan pers agar tetap menjadi penjaga kebenaran...

Jelang HUT ke-81 TNI, Rudy Susmanto Bersama Forkopimda Ziarah ke TMP Pondok Rajeg

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten...

KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting Aspri Ridwan Kamil Diperiksa, KPK Dalami Jejak Dana Iklan BJB KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah keterangan Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Randy diperiksa untuk mengurai keluar-masuk serta pengelolaan uang yang berkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik berkeyakinan bahwa saksi-saksi yang dilakukan pemanggilan, termasuk asisten pribadi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini diduga mengetahui terkait dengan keluar masuknya uang, termasuk juga pengelolaan uang,” kata Budi, Jumat (2/10/2026). KPK tengah menelusuri pengadaan iklan Bank BJB yang nilainya sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, penyidik menduga hanya sekitar 50 persen yang digunakan untuk pengadaan iklan, sedangkan sisanya diduga masuk ke dana nonbudgeter dan mengalir kepada sejumlah pihak. Menurut Budi, posisi Randy penting untuk membantu penyidik mengurai asal uang, penggunaannya, pihak yang memberikan perintah, hingga ke mana dana tersebut mengalir. “Bisa jadi menjadi hub ya, placement uang masuk, kemudian peruntukan dari uang itu, nah kemudian dari siapa ini alur perintahnya, kemudian alirannya kepada siapa saja, ini semuanya didalami,” ujarnya. KPK juga mendalami aktivitas Ridwan Kamil ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, termasuk penggunaan anggaran dan dugaan keberadaan dana taktis di luar anggaran APBD. Selain itu, penyidik sebelumnya telah menelusuri aktivitas penukaran mata uang asing yang dilakukan Ridwan Kamil pada periode 2021–2024 dengan nilai miliaran rupiah. KPK menyatakan masih mendalami sumber pembiayaan, tujuan transaksi, serta aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut. KPK juga sedang menghitung potensi kerugian keuangan negara dalam klaster pertama perkara, yakni dugaan penyimpangan dan pengondisian pengadaan iklan Bank BJB, dengan berkoordinasi bersama auditor negara. Seluruh informasi tersebut masih berada dalam tahap penyidikan KPK. Status dan keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang diperoleh.

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan...

Nobar Indonesia-Bangladesh Digelar Rudy Susmanto, UMKM Kebagian Berkah

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia kontra...