Update

Diskusi Publik di DPRD Kabupaten Bogor: Harmonisnya 9 Anggota DPR RI Dapil Jabar Meskipun Berbeda Pilihan Presiden

Siber24jam.com – Diskusi publik yang diadakan di kantor DPRD Kabupaten Bogor pada Rabu, 24 Januari, dihadiri oleh 9 anggota DPR RI dapil Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, hanya 3 anggota yang hadir, yaitu Ardian Napitupulu dari PDI Perjuangan, Fadlizon, dan Mulyadi dari Partai Gerindra. Sementara 6 anggota lainnya tidak hadir sebagai narasumber.

Beberapa organisasi masyarakat seperti HMI Lintas Organisasi, KADIN Dsbeltias, dan masyarakat Bogor Barat turut hadir dalam diskusi ini. Hal menarik yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah keharmonisan dan kesepakatan yang terjadi di antara mereka, berbeda dengan citra pertikaian yang sering muncul di media.

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun anggota DPR RI memiliki perbedaan pandangan terutama terkait pilihan presiden, namun mereka sepakat dalam urusan yang menyentuh langsung rakyat. Banyak permasalahan yang dibahas dalam diskusi, seperti permasalahan di Rumpin, Puncak, dan pemekaran daerah.

Dalam diskusi tersebut, Ardian Napitupulu memberikan edukasi kepada peserta mengenai kekuatan rakyat yang belum sepenuhnya dimanfaatkan melalui perwakilan rakyat di DPR RI. Menurutnya, semua permasalahan dan kebijakan dapat diadvokasi melalui DPR RI yang memiliki keterkaitan dengan presiden.

“Saya dan kawan-kawan kami, jika untuk rakyat, kami sepakat. Hanya beda pandangan terkait pilpres saja. Sebenarnya ada kekuatan rakyat yang jarang digunakan dan perlu diketahui masyarakat melalui kami. Jangan hanya datang satu per satu, undang kami sebagai wakil rakyat yang bisa mengadvokasi berbagai persoalan,” tegas Ardian Napitupulu.

Dalam acara tersebut, rakyat Bogor Barat mendesak semua anggota DPR RI untuk membuat kesepakatan dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Bogor Barat. Kesepakatan tersebut langsung ditandatangani oleh Fadlizon, Ardian Napitupulu, dan Mulyadi, sementara 6 peserta yang tidak hadir akan diminta tanda tangan.

Masyarakat menilai bahwa diskusi publik yang diadakan oleh jurnalis Bogor memiliki makna dan hasil konkret yang diharapkan. Mereka mengakui bahwa melalui diskusi ini, mereka dapat menilai kinerja calon yang benar-benar bekerja untuk rakyat, dan hasil konkret dapat dihasilkan. Pendapat ini berbeda dengan pandangan mereka terhadap diskusi publik sebelumnya yang dianggap kurang menghasilkan hal yang konkret.

“Dari diskusi ini, saya bisa menilai mana calon yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Setelah melihat diskusi ini, kami sudah bisa menyimpulkan ke mana arah pilihan kami untuk wakil rakyat,” tutup salah satu peserta diskusi.

 

Penulis: Zakar

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Gunung Timah Aon Disikat! Kejagung Sita Lebih dari 104 Ton untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi

Gunung Timah Aon Disikat! Kejagung Sita Lebih dari 104 Ton untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi...

KPK Tegas! Guru, Komite, RT, RW dan Panitia SPMB yang Bermain Curang Bisa Dijerat Kasus Korupsi

Siber24jam.com,  JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pihak yang...

Sempat Dituding Langgar Prosedur, Kejari Bekasi Ungkap Kronologi Penggeledahan dan Tegaskan Semua Sesuai KUHAP

Siber24jam.com, BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi membantah seluruh tudingan yang disampaikan Sri Murni...

KH Achmad Yaudin Sogir Dorong Sinergi Pemkab dan Kemenag Demi Kemajuan MTsN

Siber24Jam.com, BOGOR – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, memberikan...