Update

AS Hentikan Gempuran ke Iran Selama Dua Hari, Benarkah Perang Mulai Mereda?

 

Siber24j.com, WASHINGTON DC – Setelah 13 hari saling melancarkan serangan yang mengguncang Timur Tengah, medan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendadak memasuki fase tenang. Selama dua hari berturut-turut, tidak ada serangan baru yang dilancarkan kedua pihak.

Menurut laporan The New York Times yang dikutip Kompas.com, hingga Minggu (26/7/2026) tidak ada serangan AS terhadap Iran sejak Jumat (24/7/2026). Di sisi lain, Iran juga menahan diri untuk tidak menyerang pangkalan maupun sekutu AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memunculkan harapan baru bahwa konflik yang nyaris memicu perang besar dapat dialihkan ke meja diplomasi.

Di balik jeda pertempuran tersebut, Presiden AS Donald Trump disebut memutuskan menunda rencana peningkatan operasi militer terhadap Iran. Keputusan itu diduga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk menipisnya stok rudal pencegat yang digunakan untuk menghadang serangan rudal Iran.

Para pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim kepada The New York Times mengungkapkan, persediaan amunisi pertahanan menjadi salah satu pertimbangan utama Gedung Putih.

Konflik yang telah berlangsung selama lima bulan bersama Israel itu juga dinilai semakin membebani perekonomian global dan menambah jumlah korban jiwa.

Meski sempat tercapai gencatan senjata pada bulan lalu, kesepakatan tersebut runtuh setelah Iran tetap memblokade Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas dunia.

Serangan udara AS selama dua pekan di wilayah selatan Iran pun belum mampu memaksa Teheran membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Akibatnya, pasokan energi dunia kembali terganggu dan tekanan terhadap pemerintahan Trump semakin meningkat.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa Oman kembali menjadi mediator dengan menggelar pembicaraan bersama pejabat Iran mengenai situasi Selat Hormuz.

“Pembicaraan ini bermanfaat, dan kemajuan telah dicapai,” kata Baghaei dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

Di pihak lain, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, membantah bahwa penghentian serangan dilakukan karena kekurangan amunisi.

Menurutnya, Presiden Donald Trump sengaja memberikan ruang bagi upaya diplomasi.

“Trump memberi ruang pada pembicaraan, dia memberi sedikit kelonggaran,” ujar Waltz seperti dikutip AFP.

Waltz juga menegaskan militer AS tetap berada dalam kondisi siap tempur dengan tambahan aset militer yang telah ditempatkan di kawasan Timur Tengah.

Saat ditanya mengenai isu penjatahan persenjataan akibat stok yang menipis, Waltz kembali membantah keras.

“Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas. Militer AS memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjalankan kampanye ini seefektif mungkin,” tegasnya.

Ia bahkan mengecam pihak yang membocorkan informasi tersebut.

“Orang-orang yang membocorkan omong kosong ini pantas dipenjara,” tandas Waltz.

Meski dentuman rudal untuk sementara mereda, situasi di Timur Tengah masih jauh dari kata aman. Selat Hormuz tetap menjadi titik panas yang berpotensi kembali memicu eskalasi perang kapan saja apabila jalur diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan baru.

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

AS Hentikan Gempuran ke Iran Selama Dua Hari, Benarkah Perang Mulai Mereda?

  Siber24j.com, WASHINGTON DC – Setelah 13 hari saling melancarkan serangan yang mengguncang Timur Tengah,...

Gerak Hijau 2026 ANTAM Jadi Simbol Kolaborasi Hijau, Ribuan Warga Ramaikan Eco-Friendly Fun Walk di Jakarta

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan...

MBG Jangan Berakhir di Tempat Sampah

MBG Jangan Berakhir di Tempat Sampah Senin 27 Juli 2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG)...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Bangun Kolaborasi Kabupaten dan Kota Bogor Melalui Gowes

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto memanfaatkan kegiatan gowes santai bersama Wakil Wali Kota...