JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga...
Bogor, Siber24jam – Pada saat PT Karya Mitra Seraya (KMS) sedang membangun pabrik baru di Jl Babankan Rawa Haur Desa Sentul, sejumlah pengendara menyayangkan tumpahan tanah merah di jalanan. Turuk teruk besar dan eskavator yang mengangkut tanah merah disebut sebagai penyebab pencemaran di Jalan Babakan Haur hingga jalan alternatif Sentul.
Masyarakat khawatir bahwa saat turun hujan, tanah merah yang menumpuk dapat menyebabkan kecelakaan karena jalanan menjadi becek. Selain itu, mereka meminta konfirmasi apakah pihak terkait telah mengantongi izin pendirian pabrik.

Beberapa pengendara mengungkapkan kekhawatiran mereka, “Kami khawatir pada saat nanti turun hujan, tanah merah yang berada di jalanan bisa menimbulkan masalah dan menyebabkan kendaraan terpeleset. Apalagi sekarang saat musim hujan, coba media konfirmasi ke pihak terkait apakah sudah mengantongi izin dan lengkap pendirian pabrik.”

Ketika dikonfirmasi mengenai izin pendirian pabrik ke kantor Desa Sentul, hanya Sekdes Wahyu yang memberikan keterangan. Sekdes menyatakan bahwa semua izin pendirian pabrik telah lengkap dan tidak melihat adanya pencemaran jalanan. “Semua izin pendirian pabrik sudah lengkap, mulai dari izin lingkungan hingga izin desa. Camat dan pemda juga sudah mengetahui semuanya. Barusan saya lewat di jalan itu, saya tidak melihat jalanan kotor ataupun ada tumpahan tanah,” ujar Wahyu.

Di lokasi proyek, tidak ditemukan pimpinan proyek, namun hanya pekerja dan pengawas dari pihak PT KMS, seperti yang diungkapkan oleh Sukma, pengawas proyek. “Saya dari pihak PT KMS, saya di sini hanya sebagai pengawas. Luas proyek ini sekitar dua hektar lebih. Tadi ada Ibu Santi di sini, bapak bisa minta keterangan darinya terkait proyek pabrik ini,” tutup Sukma.
Penulis: Zakar

















