Update

Rekontruksi Pasar Leuwiliang, Pemkab Harus Minta Bantuan Pusat dan Provinsi Jabar

rekontruksi pasar leuwiliangAnggota Komisi VI DPR RI Tommy Kurniawan

Bogor,Siber24jam.comRekontruksi Pasar Leuwiliang, yang hangus terbakar, pada Rabu (28/09/2023) lalu membuat para petinggi dan pengambil kebijakan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor, berpikir mencari solusi pendanaan untuk merekontruksi kembali bangunan Pasar Leuwiliang yang menjadi pusat penggerak roda perekonomian di wilayah barat Kabupaten Bogor, bersama Pasar Parungpanjang.

Politisi PKB yang kini duduk di Komisi VI DPR Tommy Kurniawan memberi masukan saran kepada Bupati Bogor Iwan Setiawan, agar mengusulkan program rekontruksi Pasar Leuwiliang ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Di Komisi VI, dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat V ini, ada saya dan Bu Elly Rachmat Yasin. Insya Allah, ketika kita diajak untuk turut membantu, saya dengan senang hati siap menindaklanjuti, jika Pak Iwan, sebagai Bupati Bogor mengajukan proposal untuk rekontruksi Pasar Leuwiliang,” kata anggota DPR yang sebelumnya berprofesi sebagai artis itu, ditemui usai menghadiri diskusi, di Cibinong.

Anggota DPR yang akbar disapa Tomkur ini mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa para pedagang di Pasar Leuwiliang. Pasalnya, kata Tomkur, para pedagang yang rata-rata kelas UMK itu baru bangkit usai dua tahun lebih tertekan efek dari pandemi Covid-19.

“Tahun 2023 ini, ekonomi secara perlahan mulai bangkit lagi, musibah kebakaran pastinya menjadi cobaan maha berat yang dialami para pedagang, makanya program rekontruksi harus segera diajukan, mumpung di Kementerian Perdagangan (Kemendag) ada program revitalisasi pasar-pasar tradisional,” sebut Tomkur.

Sementara itu, Bupati Iwan Setiawan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan berupaya mencari pembiayaan untuk merekontruksi Pasar Leuwiliang. Ada beberapa alternantif yang bisa dipakai untuk merekontruksi pasar yang terbakar itu, pertama meminta bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Kalau pakai APBD pasti berat, karena kita memiliki banyak program yang harus ditangani, sementara kemampuan keuangan kita kan sangat terbatas, solusinya minta bantuan ke provinsi atau pemerintah pusat,” sebut Iwan.

Namun, kata Iwan, untuk tahap pertama ini, Pemerintah Kabupaten Bogor, secepatnya membangun tempat penampungan sementara agar para pedagang bisa berjualan. “Lokasinya sudah ada lahan milik daerah, alhamudulillah juga, anggaran untuk membangun tempat penampungan sudah ada di APBD Perubahan 2023 yang Minggu dini hari disahkan DPRD,”
kata Iwan menutupi. ***

 

Penulis : Zarkasi

Editor  : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Update News

Kasus Korupsi Jasindo-Pelni, KPK Panggil Dua Pejabat Pelni

JAKARTA Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami dugaan korupsi pembayaran komisi asuransi perkapalan...

KPK Cecar Ketua DPRD Kuansing soal Aliran Uang Suap Suhardiman

JAKARTA Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),...

Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG Diusut, Kejagung Periksa 6 Saksi dari BGN hingga SPPG

Siber24jam.com, JAKARTA — Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana...

Tawuran Pelajar Merebak, Guru dan Orang Tua Jangan Lepas Pengawasan Setelah Jam Sekolah

BOGOR Siber24jam.com – Dugaan aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di wilayah kapling DDN jl pajeleran...