Cibungbulang, Siber24jam.com – Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia turun...
JAKARTA, Siber24jam.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil langkah tegas terhadap 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sudaryono menegaskan, persoalan higiene dan sanitasi tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini menyangkut nyawa anak-anak kita. Jadi jangan main-main dengan urusan keamanan pangan,” tegas Sudaryono.
Menurutnya, 1.999 dapur tersebut bukan hanya belum mendapatkan SLHS, tetapi belum melakukan pendaftaran sertifikasi di dinas kesehatan masing-masing daerah.
“Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” ujar Sudaryono.
Atas kondisi tersebut, BGN memutuskan menutup sementara seluruh 1.999 dapur untuk dilakukan investigasi dan evaluasi.
“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” katanya, IG Selasa (8/9/2026)
BGN memastikan penutupan tersebut merupakan bagian dari penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Dapur yang ingin kembali beroperasi harus memenuhi ketentuan keamanan, higiene, dan sanitasi yang telah ditetapkan.
Langkah ini diambil untuk memastikan program MBG tidak hanya menjangkau semakin banyak penerima manfaat, tetapi juga menjamin makanan yang disajikan aman dan layak dikonsumsi.
Berita Lainnya
Tags: #sudaryono#mbg, MBG, Sudaryono, Sudaryono Tutup 1.999 Dapur MBG: Ini Menyangkut Nyawa Anak-anak





















