Update

Kolaborasi dengan Mahasiswa INAIS, Warga Desa Cimayang, Kabupaten Bogor, Sulap Singkong Jadi Kue Bika

kolaborasi dengan mahasiswaKue Bika Singkong, inovasi warga Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dengan mahasiswa Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor

Bogor, Siber24jam.comKolaborasi  dengan mahasiswa Institur Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, warga Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, berhasil menciptakan inovasi kuliner dari bahan baku singkong. Kue yang dibuat warga dengan mahasiswa itu diberi nama Bika Singkong.

“Pembuatan Bika Singkong ini merupakan produk hilir dari komoditas pertanian singkong. Nah, yang  melatarbelakangi pembuatan bika singkong ini karena banyaknya hasil panen singkong warga yang kurang dimanfaatkan,” kata seorang warga yang menjadi salah satu inisiotor pembuatan bika singkong, Selasa (20/06).

Sebagai informasi, ladang singkong  di Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan banyak di sekitar rumah warga. Banyaknya hasil panen singkong menjadi salah satu potensi yang ada di Desa Cimayang. Namun sayangnya, petani hanya memasarkan hasil panen singkongnya kepada tengkulak. Dengan memberikan harga Rp 2.000/Kg.

Melihat kondisi ini, dibutuhkan inovasi yang kreatif untuk mengelola potensi yang ada menjawab permasalahan yang ada mengingat sebagian penduduk Desa Cimayang berprofesi sebagai petani.

Pembuatan bika singkong  hasil kolaborasi antara warga desa dengan Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor  ini pun diajukan sebagai inovasi baru Desa Cimayang, untuk diikutsertakan dalam lomba inovasi daerah yang digagas Bappedalitbang Kabupaten Bogor, sebagai strategi meningkatkan, mewadahi, mengapresiasi potensi-potensi terpendam yang dimiliki oleh desa-desa yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Bika singkong dikembangkan dalam 4 aspek yaitu,  Form dan Size, biasanya berbentuk persegi, namun untuk dijual belikan berbentuk persegi panjang ada yang berukuran besar ada adapula yang berukuran sedang, kemudian texture, tampilan permukaan rata dan tidak bercorak dibuat dengan tampilan permukaan tidak rata dan bercorak.

Selanjutnya  taste, rasa BSCD manis dengan varian rasa ada yang original, pandan dan keju, lalu Package, kemasan yang digunakan berbentuk persegi panjang (mika) dengan diatasnya diberikan logo BSCD ada yang ukuran besar dan sedang, adapula kemasan persegi dari kardus dengan ukuran sedang yang didesain semenarik mungkin dengan di atas kotak diberi logo BSCD dan di bawah kotak di cantumkan komposisi yang digunakan dalam pembuatan BSCD guna menarik konsumen untuk membeli.

Singkong yang mana menjadi bahan pangan yang familiar disekitaran masyarakat diproduksi menjadi bika singkong sebagai bentuk usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat dan agar meningkatkan pengetahu masyarakat setempat bahwasanya tidak hanya bisa di olah menjadi singkong rebus, keripik dan lainnya, namun singkong juga dapat di inovasikan menjadi produk yang memberikan nilai jual lebih yaitu BSCD. ***

Sumber : Bappedalitbang

Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: , , , , , ,

Update News

Wabup Bogor Jaro Ade Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Tegaskan Penanganan Darurat Dipercepat

RUMPIN, Siber24jam.com – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi jembatan ambruk di...

Rudy Susmanto Dukung PSEL Bogor Raya, Solusi Sampah Jadi Energi Listrik

BOGOR, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan Danantara Indonesia resmi memfinalisasi...

Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Rabat Siber24jam.com – Republik Gabon kembali menegaskan dukungannya terhadap Marokkanitas Sahara, sekaligus menyambut baik adopsi...

São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Rabat Siber24jam.com – Republik São Tomé dan Príncipe kembali menegaskan posisi tegasnya dalam mendukung Marokkanitas...