Update

Curhatan OTM SMPN 1 Ciampea Bogor di Acara Study Tour, Antara Bimbang dan Mental Sang Anak

Foto Ilustrasi (Net)

Bogor, Siber24jam.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ciampea, Kabupaten Bogor, yang diketahui kini tengah berencana mengadakan study tour ke Yogyakarta, Jawa Tengah, teruntuk siswa dan siswinya di kelas VIII (8) tersebut, hal itu saat ini dikeluhkan sebagian orang tua murid (OTM) yang memiliki rasa bimbang dikala tidak memiliki dana untuk anaknya mengikuti event tersebut.

Disisi lain, OTM sendiri merasa khawatir akan mental sang anak dikala anaknya itu tidak menjadi bagian dalam acara study tour ke DI. Yogyakarta dengan biaya persiswa sebesar Rp 1.400.000 juta.

Hal itu seperti diutarakan salah satu OTM kelas VIII SMPN 1 Ciampea, Kabupaten Bogor yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengatakan, acara study tour yang dicanangkan jajaran dewan guru SMPN 1 Ciampea ditempat sang anak menimba ilmu tersebut, hal itu sungguh sangat memberatkan sebagian OTM itu sendiri dikala ekonomi sulit saat ini.

Disatu sisi, bagi OTM yang kurang mampu seperti dirinya sendiri sangat mengkhawatirkan mental sang anak, disaat ia tak bisa memenuhi administrasi sebesar Rp1,4 juta apabila anaknya tak mengikuti event selama kurang lebih tiga (3) hari tersebut.

“Secara pribadi dan beberapa otm dari teman anak saya pun, untuk study tour ke Yogyakarta sangat memberatkan kami sebagai orang tua. Karena melihat biaya yang diminta pihak sekolah cukup tinggi senilai 1,4 juta rupiah,” ujar sumber kepada wartawan media ini, Senin (29/5/2023).

Menurutnya, pihak sekolah harus melihat kondisi ekonomi para orang tua murid, jika memang mewacanakan suatu acara berupa study tour ke tempat-tempat wisata dengan biaya mencapai jutaan rupiah.

“Kalau buat acara, harusnya pihak sekolah itu melihat dulu kondisi ekonomi saat ini, kan semua juga pasti merasakan bagaimana sulitnya mencari uang di jaman sekarang ini,” terang dia.

“Dan apabila anak saya tidak ikut dalam acara study tour tersebut, pastinya mental anak saya akan terganggu. Makanya, mau nggak mau pasti saya upayakan untuk ikut, agar hal yang saya khawatirkan ini tidak terjadi kepada anak kandung saya ini,” tegasnya menambahkan.

Ia juga mengharapkan, kepada dinas pendidikan terkait agar aspirasinya itu dapat direspone dengan baik, hingga menegur keras pihak sekolah yang terkesan memberatkan sebagian orang tua murid dikala ekonomi masyarakat Indonesia tengah terpuruk.

“Saya harapkan ada tindakan tegas kepada pihak SMPN 1 Ciampea Kabupaten Bogor termasuk panitia penyelenggara, agar hal seperti ini tidak lagi terjadi dikemudian hari. Karena pada dasarnya tidak akan ada para murid itu meminta untuk mengadakan acara study tour seperti ini, kalau enggak dari pihak sekolah sendiri yang merancang dengan tujuan bisnis atau mencari keuntungan pribadi maupun golongan,” jelas dia.

Sementara itu, kepsek SMPN 1 Ciampea Kabupaten Bogor, Gun-gun Ruhiyat menjelaskan, untuk study tour termasuk tujuannya piha SMPN 1 Ciampea hanya memfasilitasi sebagai rasa tanggung jawab kepada para muridnya tersebut.

Selain itu, sambung dia, untuk anak-anak dan OTM pun sebelum pelaksanaan study tour sudah diberitahu bagi yang mau ikut dapat menabung terlebih dulu agar nantinya tidak terlalu memberatkan orang tua siswa ketika waktunya tiba.

“Pemberitahuan sudah dilakukan sejak Desember 2022, dan tidak ada paksaan untuk ikut. Ya gmau ikut silahkan nabung, dan yang tidak ikut tidak ada tugas sebagai pengganti kegiatan karyawisata,” kilahnya.

 

Berita Lainnya

Tags: , , , ,

Update News

Jurnalis Bogor Ikuti Pengajian Al Qalam, KH Achmad Yaudin Sogir dan Gus Sholeh Beri Pesan Spiritual

Siber24,jam.com, CIBINONG – Pengajian rutin Al Qalam yang diikuti para jurnalis kembali digelar di Kantor...

Polres Bogor dan BMSN Perkuat Kolaborasi, Kapolres Ajak Media Sajikan Informasi Akurat dan Tangkal Hoaks

CIBINONG Siber24jam.com – Komitmen memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers kembali ditegaskan dalam kegiatan...

Perkuat Sinergi Perbatasan, Panglima 9 Briged TDM Kunjungi Pos Gabma Temajuk dan Sajingan

SAMBAS, KALIMANTAN BARAT – Panglima 9 Briged Tentera Darat Malaysia (TDM), Brigade General Jafri bin...

BPJS Kesehatan: Peserta Membayar di Muka, Mengapa Masih Diperlakukan Berbeda?

Siber24jam.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang di kelola BPJS Kesehatan merupakan salah satu...