Update

Warga Pesisir Cukuhbalak Keluhkan Hilangnya Sejumlah Biota Laut, ini penjelasan DLH Tanggamus

Siber24jam.com – Warga pesisir Kecamatan Cukuhbalak, Tanggamus, Lampung mengeluhkan hilangnya sejumlah biota laut di sekitar tambak udang.

Wardana, salah seorang warga Cukuhbalak mengatakan, dirinya heran dengan hilangnya sejumlah biota laut yang mulai hilang semenjak adanya perusahaan tambak udang di wilayahnya.

“Sejumlah biota laut seperti udang, kepiting, keong, ikan yang dulunya melimpah, sekarang punah entah kenapa dan kemana,” kata Wardana, Rabu (25/05/2022).

Atas hilangnya sejumlah biota laut itu, Wardana merasa bingung jika Dinas Lingkungan Hidup Tanggamus tidak menemukan adanya pencemaran.

Sementara Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Tanggamus, Hendra mengatakan, DLH Tanggamus setiap tahun selalu mengecek kadar pencemaran di 10 sungai.

“Kami melakukanya dalam satu tahun 2 kali mulai dari Kecamatan Kelumbayan, Cukuhbalak, Limau, sampai Kota Agung, hasilnya selalu kami laporkan ke kementerian, sejauh ini belum ditemukan pencemaran,” ujarnya.

Sementara di tempat lain, Irusam Damha, salah seorang petambak udang di Rawajaitu yang sudah pengalamn 30 tahun menambak mangatakan ada jenis kimia biasa digunakan yaitu Ponpos sebelum penebaran benur udang.

“Kolam tambak dipenuhi air dulu baru di masukkan kimia ponpos setelah di kasi kimia tersebut lalu di buang ke laut, baru pembibitan benur dimasukan setelah dibersihkan kembali dari kimia yang di masukan tadi,” jelasnya.

Kegunaan kimia tersebut, tegasnya, untuk membunuh biota yang berdarah putih seperti keong, kepiting, udang dll.

“Setelah digunakan pada kalom tambak, kimia tersebut lalu di buang ke laut. Maka tak heran jika semua biota berdarah putih di sekitarnya terkena limbah ikut punah,” tuturnya.

Semantara putra daerah Kabupaten Tanggamus, Zarkasi meminta dinas terkait melakukan pemeriksaan air secara menyeluruh untuk mengetahui jenis kimia yang menyebabkan hilangnya sejumlah biota laut tersebut.

“Saya memohon Ibu Menteri Lingkungan Hidup Sutinurbaya dan Mentri KKP Sakti Wahyu Tronggono agar memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan atas pencernaan tersebut.

“Lakukan penyelidikan menyeluruh, sebab ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sudah sering diberikan di media, tapi belum ada penyelesain yang adil buat masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Nukman

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Metropolitan Awards 2026 sebagai Tokoh Inovasi Pembangunan Hijau Berkelanjutan

CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto meraih penghargaan sebagai Tokoh Inovasi Pembangunan Hijau Berkelanjutan dalam...

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI

Rabat Siber24jam.com – Dinamika politik Kerajaan Maroko memasuki babak baru yang sarat makna. Berdasarkan rilis...

Bupati Rudy Susmanto Dorong KDKMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Kelurahan di Kabupaten Bogor

  CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong optimalisasi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

Wawancara Khusus Siber24jam.com dan Liputan08.com, KPK Ungkap OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KLATEN, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten,...