Siber24jam.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi penanganan kemiskinan dengan pendekatan berbasis data...
Siber24jam.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi penanganan kemiskinan dengan pendekatan berbasis data dan spasial hingga tingkat keluarga. Langkah ini dilakukan agar program pemerintah lebih tepat sasaran dan mampu menangani berbagai persoalan secara terpadu.
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial.
Menurut Ajat, satu keluarga miskin bisa menghadapi sejumlah persoalan sekaligus, mulai dari rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, kesehatan, stunting, TBC, hingga pengangguran.
“Dalam benak saya, kita perlu bermain secara spasial. Artinya, kita berbicara mengenai lokus atau lokasi secara jelas,” ujar Ajat dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (11/8/2026).
Ia menekankan pentingnya integrasi data secara by name by address, sehingga pemerintah dapat mengetahui secara jelas kondisi setiap keluarga dan kebutuhan intervensinya.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memiliki korelasi yang jelas terhadap penyelesaian permasalahan kemiskinan,” tegasnya.
Ajat mencontohkan, apabila satu keluarga menghadapi kemiskinan sekaligus pengangguran, rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, TBC, atau stunting, maka penanganannya harus dilakukan secara lintas sektor dan terintegrasi.
Pemkab Bogor pun melibatkan perangkat daerah terkait, mulai dari statistik, kependudukan, sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian hingga penataan kawasan.
“Hasil akhirnya bukan hanya berupa data, tetapi menjadi sebuah produk yang konkret. Program atau kegiatan apa yang diperlukan, lokasinya di mana, siapa penerima manfaatnya, kemudian berapa kebutuhan anggarannya,” jelas Ajat.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Bogor menargetkan penanganan kemiskinan menjadi lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.



















