PARUNG – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Kecamatan Parung, terus...
CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto terus mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah melalui Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 yang digelar di Kabupaten Bogor. Salah satu rangkaiannya adalah Seminar Sangitaloka dengan tema “Bambu dan Bunyi Ritus” di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Sabtu (3/10).
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan apresiasi untuk memperkuat keberlanjutan musik tradisi, khususnya di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat.
Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Titi Sugiarti mengatakan, Seminar Sangitaloka menjadi momentum untuk memperkaya pengetahuan sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan musik tradisional khas Bogor.
Ia mengajak peserta menyerap pengetahuan dari para narasumber yang memiliki pengalaman dan keilmuan di bidang musik tradisi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap musik dan kebudayaan tradisi yang kemudian diwujudkan melalui pertunjukan FMTI.
“Melalui kegiatan hari ini kita dapat bersama-sama menopang pariwisata budaya daerah, khususnya budaya di Kabupaten Bogor,” ujar Titi.
Titi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta para narasumber yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia.
“Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sehingga tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus dirawat, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ia juga mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian FMTI hingga pagelaran musik tradisi yang berlangsung pada malam hari di Lapangan VIP Pakansari, Kabupaten Bogor.
“Pagi hari ini sekitar 400 orang mengikuti seminar. Kami tunggu tetap kehadirannya nanti malam dalam rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Lapangan VIP Pakansari, Kabupaten Bogor. Malam justru adalah kegiatan pagelarannya,” ungkap Titi.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Bogor kepada generasi berikutnya.
“Pagelaran FMTI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bogor,” tandasnya.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Halimun Salak Indonesia, Deden Fahmi Padilah, mengatakan FMTI 2026 mengusung tema besar “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”. Festival tersebut mempertemukan ruang musik, pengetahuan, komunitas, generasi, sosial ekonomi, serta jejaring kebudayaan.
“FMTI atau Festival Musik Tradisi Indonesia hadir di Bogor dengan nama Sangitaloka dan tema ‘Bambu dan Bunyi Ritus’. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ruang apresiasi, kreasi, dan pelestarian musik tradisi, khususnya di Bogor dan Jawa Barat,” ujar Deden.
Ia menjelaskan, salah satu rangkaian FMTI di Bogor adalah seminar bertema “Bambu, Ritus, dan Jejak Musik Tradisi di Bogor dan Tatar Sunda” yang menghadirkan ahli, peneliti, serta praktisi di bidang musik tradisi dan kebudayaan.
Deden menambahkan, FMTI 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Semoga FMTI di Kabupaten Bogor tidak berhenti sebagai agenda festival, tetapi dapat menjadi ruang berkelanjutan untuk memperkuat apresiasi generasi muda terhadap musik tradisi serta menjaga warisan budaya yang tumbuh di Bogor dan Jawa Barat,” pungkasnya
Berita Lainnya
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto






















