Siber24jam.com, CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengapresiasi keberhasilan Polres Bogor bersama Badan...
Siber24jam.com, CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mengembangkan pasar karbon sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi hijau di Kabupaten Bogor. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bersama PT TUV Rheinland Indonesia di Cibinong, Senin (20/7).
Dalam pertemuan itu, PT TUV Rheinland Indonesia memaparkan skema perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Kabupaten Bogor dinilai memiliki peluang besar mengembangkan Community Based Tree Planting Carbon Program, yakni program penanaman pohon berbasis masyarakat yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi melalui penyerapan emisi karbon.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor selama ini telah menjalankan program penghijauan secara berkelanjutan dengan jumlah pohon yang telah ditanam mencapai sekitar 45 ribu batang.
“Fokus kami adalah membangun sistem penanaman pohon yang terdokumentasi dengan baik dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon menjadi nilai tambah yang dapat dikembangkan ke depan,” ujar Rudy Susmanto.
Menurut Rudy, program penghijauan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pasar karbon.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia segera menyusun kajian potensi lahan, inventarisasi vegetasi, serta roadmap pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor.
Rudy menilai roadmap tersebut menjadi langkah penting agar Kabupaten Bogor memiliki arah yang jelas dalam membangun ekonomi hijau, mulai dari penghitungan emisi, penyerapan karbon, proses registrasi, hingga peluang transaksi karbon di bursa nasional.
“Dengan roadmap yang jelas, kami ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dikelola secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PT TUV Rheinland Indonesia, Mukhsin Safiq, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam proses pengukuran emisi serta penyusunan program pasar karbon sesuai standar yang berlaku.
“Integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional,” ujar Mukhsin.
Melalui penyusunan roadmap tersebut, Kabupaten Bogor mulai mempersiapkan diri menjadi salah satu daerah yang memanfaatkan pasar karbon sebagai instrumen pembiayaan hijau sekaligus mendukung pembangunan rendah emisi yang berkelanjutan.
Berita Lainnya
Tags: Pemkab Bogor, PT TUV Rheinland Indonesia, Rudy Susmanto



















