Update

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit (RS) Tingkat III Salak dr. H. Sadjiman Bogor

Bogor, Siber24jam.com – Setibanya di lokasi pada pukul 08.45, Prabowo langsung bergerak ke bagian dalam RS untuk meninjau langsung satu per satu fasilitas yang tersedia di lantai 2 dan 5 RS Tk. III Salak dr. H. Sadjiman ini.

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkap bahwa peresmian RS ini menjadi komitmen nyata dari pemerintah untuk menjaga kesehatan serta kesejahteraan prajurit TNI.

“Saya merasa sangat bangga dapat menjadi bagian dari momen yang sangat penting bagi sejarah ini, di mana kegiatan ini adalah manifestasi nyata, komitmen kita bersama dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan para prajurit TNI beserta keluarganya dan juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Prabowo melanjutkan, pembangunan RS Tingkat III Salak dr. H. Sadjiman Bogor sekaligus menjadi apresiasi serta penghargaan yang telah diberikan oleh para prajurit TNI dalam pengabdian mereka kepada negara.

“Rumah sakit ini adalah simbol penghargaan untuk membalas pengabdian dan pengorbanan mereka. Ini adalah tempat di mana para prajurit-prajurit TNI kita akan mendapatkan perawatan medis yang baik dan berkualitas,” kata Prabowo.

“Tempat di mana mereka akan merasakan dukungan serta perhatian dari pemerintah; dari atasan dan dari masyarakat. lebih dari itu, keberadaan RS ini juga menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat Bogor,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menandatangani prasasti RS Tk. III Salak dr.H. Sadjiman Bogor sebagai tanda bahwa rumah sakit tersebut secara resmi dapat beroperasi.

Kegiatan peresmian rumah sakit itu turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto; Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko; Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI dr. Sukirman; Wakil Wali Kota Bogor Dedi A Rahim; Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Sulfi; beserta jajaran pejabat Eselon I dan II Kemhan, TNI, serta pemerintah daerah. (D2N)

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Hadir di Acara Pengukuhan PWI Jabar, KDM Tekankan Pentingnya Pers yang Independen dan Edukatif

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan insan pers agar tetap menjadi penjaga kebenaran...

Jelang HUT ke-81 TNI, Rudy Susmanto Bersama Forkopimda Ziarah ke TMP Pondok Rajeg

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten...

KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting Aspri Ridwan Kamil Diperiksa, KPK Dalami Jejak Dana Iklan BJB KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah keterangan Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Randy diperiksa untuk mengurai keluar-masuk serta pengelolaan uang yang berkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik berkeyakinan bahwa saksi-saksi yang dilakukan pemanggilan, termasuk asisten pribadi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini diduga mengetahui terkait dengan keluar masuknya uang, termasuk juga pengelolaan uang,” kata Budi, Jumat (2/10/2026). KPK tengah menelusuri pengadaan iklan Bank BJB yang nilainya sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, penyidik menduga hanya sekitar 50 persen yang digunakan untuk pengadaan iklan, sedangkan sisanya diduga masuk ke dana nonbudgeter dan mengalir kepada sejumlah pihak. Menurut Budi, posisi Randy penting untuk membantu penyidik mengurai asal uang, penggunaannya, pihak yang memberikan perintah, hingga ke mana dana tersebut mengalir. “Bisa jadi menjadi hub ya, placement uang masuk, kemudian peruntukan dari uang itu, nah kemudian dari siapa ini alur perintahnya, kemudian alirannya kepada siapa saja, ini semuanya didalami,” ujarnya. KPK juga mendalami aktivitas Ridwan Kamil ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, termasuk penggunaan anggaran dan dugaan keberadaan dana taktis di luar anggaran APBD. Selain itu, penyidik sebelumnya telah menelusuri aktivitas penukaran mata uang asing yang dilakukan Ridwan Kamil pada periode 2021–2024 dengan nilai miliaran rupiah. KPK menyatakan masih mendalami sumber pembiayaan, tujuan transaksi, serta aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut. KPK juga sedang menghitung potensi kerugian keuangan negara dalam klaster pertama perkara, yakni dugaan penyimpangan dan pengondisian pengadaan iklan Bank BJB, dengan berkoordinasi bersama auditor negara. Seluruh informasi tersebut masih berada dalam tahap penyidikan KPK. Status dan keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang diperoleh.

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan...

Nobar Indonesia-Bangladesh Digelar Rudy Susmanto, UMKM Kebagian Berkah

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia kontra...