Bogor Siber24jam.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor menyebabkan debit air di Sungai...
Bogor, Siber24jam.com- Tujuan agar mandiri dan tak mengandalkan bantuan dari pemerintah atau donatur, dalam membiayai operasional lembaga, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Rabu-Kamis, 12-13 Juli 2023 menggelar pelatihan wirausaha kepada pengelola Lembaga Keswadayaan Sosial (LKS) yang tersebar di 40. Pelatihan yang diberikan berupa tata kelola warung sembako, diantaranya warung sembako dan pemeliharaan ikan konsumsi.
Pelatihan itu difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) dengan menghadirkan narasumber kompeten, di salah satu hotel di kawasan Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Rabu hingga Kamis (12-23 Juli 2023).
Kepala Dinas Sosial, Dr. Mustakim mengatakan, pelatihan wirausaha kepada pengelola LKS ini merupakan program berkelanjutan dari Dinas Sosial (Dinsos). Tujuan utama dari pelatihan wirausaha ini, agar nanti para pengelola LKS, tak lagi mengandalkan dana bantuan dari pemerintah maupun donatur untuk membiayai operasional LKS.
“Ini memang bukan pekerjaan mudah, tapi kami yakin ketika para LKS yang dilatih kewirausahaan ini serius mengikuti arahan dari para narasumber, tak ada mustahil, para pengelola LKS itu akan mandiri untuk membiayai semua biaya operasional LKS yang dikelolanya, tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah atau donatur turun,” kata Mustakim.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Manajer Graha Pancakarsa Dinas Sosial, Dian Muldiansyah menjelaskan, pelatihan wirausahaan kepada pengelola LKS ini memasuki angkatan kedua.
“Angkatan pertama yang ikut pelatihan dan sekarang sudah menjalankan aktivitas wirausaha, seperti warung dan pemeliharaan ikan konsumsi sebanyak 80 orang, dengan rincian 40 dilatih mengembangkan usaha warung, sisanya perikanan,” jelas Dian, didampingi Kepala Seksi PSMK R. Dudi Wiguna Santana.
Dian menjelaskan, pelatihan wirausaha ini, bagian dari program dinas agar para pengurus LKS bisa membiayai warga binaan tanpa mengandalkan bantuan dari manapun, baik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan hingga biaya sekolah dan transportasi nya. “Jadi kami ingin semua LKS di Kabupaten Bogor bisa mandiri dengan memiliki penghasilan sendiri,” paparnya.
Namun, sebelum pada peserta ini mengikuti pelatihan, terlebih dulu dari dinas melakukan pengecekan dengan langsung turun ke wilayah dimana LKS tersebut berada. Dari hasil pengecekan, bisa dilihat kondisi wilayah nya apakah cocok atau tidak dengan bantuan usaha di bidang perikanan. “Kami semua melakukan asesmen dulu kebawah dan memastikan kalau di lingkungan LKS itu cocok berwirausaha perikanan,” ujar Dian.
Dian menerangkan, pelatihan kewirausahaan seperti sekarang, dianggap mendekati keberhasilan. Alasannya, karena dari hasil pelatihan gelombang pertama, untuk bidang pedagang sembako masih tetap berjalan. Begitu juga dengan bidang usaha peternakan, dari peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 50 persen terbilang berhasil. “Jadi tingkat keberhasilan peternak ikan gurame dan nila gelombang pertama, persentasenya 50 persen berhasil dan 50 lagi gagal,” jelasnya.
Selain diberikan bekal ilmu berdagang dan menjadi wirausaha perikanan, sambung Dian, para peserta ini juga akan mendapatkan bantuan modal membuka kedua bidang wirausaha tersebut.”Setelah mendapatkan pelatihan, para peserta juga akan kami berikan bantuan baik bibit ikan atau pun kebutuhan sembako. Saya berharap peserta gelombang ke dua ini, sukses menjalankan wirausaha nya dan menjadi LKS mandiri,” kata Dian menutupi. ***
Penulis : Dede Suhendar
Editor : Mochamad Yusuf
Berita Lainnya
Tags: keswadayaan, lembaga, sosial
Pembukaan pelatihan wirausaha kepada Lembaga Keswadayaan Sosial (LKS) di Kabupaten Bogor (foto istimewa) 










