Update

Ingin Tahu Titik Lokasi Pencemaran, Dirum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Susuri Sungai Cikeas

ingin tahu titikKegiatan susur Sungai Cikeas yang dilakukan pejabat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bersama anggota Komunitas Peduli Sungai Cikeas Cileungsi (KP2C) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi (foto dok humas Perumda Air Minum Tirta Kahuripan)

Bogor, Siber24jam.comIngin tahu titik lokasi pencemaran di Sungai Cikeas, Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda)  Air Minum Tirta Kahuripan  Abdul Somad, bersama sejumlah pegawai, dan  anggota Komunitas Peduli Sungai Cikeas dan Cileungsi (KP2C), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/02/2023) melalukan kegiatan susur Sungai Cikeas.

Susur Sungai Cikeas diawali dari wilayah Kecamatan Tapos, Kota Depok, tak jauh dari lokasi Masjid At Thohir, hingga ke lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor, di Kecamatan Gunung Putri.

“Susur Sungai Cikeas yang kami lakukan Kamis pekan lalu itu rutenya  sepanjang 36 kilometer dengan memakan 7 jam. Tujuan sebagai bahan mitigasi risiko, jika kemudian hari  terjadi gangguan yang disebabkan alam maupun akibat aktivitas manusia yang merusak vegetasi sungai,” kata Abdul Somad, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/02/2023).

Abdul Somad mengungkapkan, sepanjang rute susur sungai ditemukan beberapa lokasi yang berpotensi terjadi pencemaran dan kerusakan vegetasi sungai, seperti adanya limbah peternakan hewan, limbah pabrik tahu, pembuangan sampah illegal, pembukaan lahan yang tidak semestinya, sampah rumpun bambu akibat erosi. “Parahnya lagi, banyak bangunan yang berdiri dengan mengambil lahan Garis Sempadan Sungai (GSS),”ujarnya.

Ketua KP2C Puarman mengapresiasi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang ikut susur Sungai Cikeas, bersama komunitas peduli lingkungan. “Selain untuk memetakan potensi pencemaran, kegiatan ini mengedukasi masyarakat untuk cinta sungai sekaligus merawat Sungai Cikeas,” katanya.

Abdul Somad lebih lanjut mengatakan, susur Sungai Cikeas,  bersama KP2C dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Bekasi ini menguntungkan perusahaan, karena dari kegiatan ini diketahui mitigas risiko pencemaran dan risiko bencana banjir yang sering melanda Sungai Cikeas yang mengakibatkan IPA Gunung Putri tidak dapat mengolah air.

“Peringatan dini dari KP2C terkait banjir maupun cemaran limbah di hulu sungai akan memberikan waktu, bagi perusahaan melakukan antisipasi lebih awal, agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dan memaksimalkan pasokan air di recevoir agar pengaliran air bersih tetap normal meski saat kritis,” tutupnya. ***

 

Penulis : Mochamad Yusuf

 

 

Berita Lainnya

Update News

Sekda Ajat Rochmat Jatnika Berangkatkan Jamaah Haji Bogor, Tekankan Fisik Prima di Tanah Suci

CIBINONG Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 07 JKS...

Kolaborasi Strategis antara Media Siber dan Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Kemandirian Sosial dan Ketahanan Informasi Publik

CIBINONG, Bogor Siber24jam.com — Upaya memperkuat persatuan, kemandirian, serta kepedulian sosial terus digelorakan melalui kolaborasi...

Isu Tambang Ilegal di ANTAM Pongkor Disorot, Perusahaan Pastikan Investigasi dan Penindakan

Bogor Siber24jam.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan komitmennya dalam memberantas aktivitas tambang ilegal...

Sekda Ajat Tegaskan Pola Kerja “Tektokan” untuk Wujudkan KDKMP di Bogor

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...