Update

Dana P2RW di Kota Sukabumi Mayoritas Dipakai Bangun Infrastruktur

Tinjau Proyek P2RWLurah Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi meninjau proyek pembangunan rabat beton jalan lingkungan yang biaya pembangunannya bersumber dari Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tahun 2022

 

Sukabumi,Siber24jam.com- Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sejak masa Wali Kota Muhamad Muraz, tahun 2017 lalu, mayoritas masih dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di perkampungan padat penduduk.

Di Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, dana P2RW tahun 2022 yang dicairkan pada Juli lalu, rata-rata dimanfaatkan untuk membangun dan memperbaiki jalan lingkungan, semisal di RW 04.

“Dana P2RW di RW 04, dialokasikan untuk membangun rabat beton sepanjang 480 meter. Proyek tersebut sudah selesai dikerjakan, dan sekarang dalam tahap penilaian,” kata Lurah Cibeureum Hilir Suhendar, Senin (08/08/2022).

Sedangkan di RW 01, kata Suhendar, seperti dikutip dari laman sukabumikota.go.id, dimanfaatkan untuk membangun jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Assalamah. Lahan TPU seluas 2.200 meter, 2.000 dibeli dana patungan masyarakat, sementara 200 meter didapatkan dari hibah.

“Tahun 2022 ini, warga mengajukan proposal pembangunan jalan, Alhamdulillah disetujui. Selain dari P2RW, biaya pembangunan jalan menuju lokasi TPU didapatkan dari swadaya masyarakat,”ujarnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cibeureum Hilir Deden  mengapresiasi program dari pemerintah kota yang dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu itu.

“Sejak adanya P2RW, sekarang ini infrastruktur di perkampungan padat penduduk, tak hanya di Cibeureum Hilir, tapi di 32 kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan jauh lebih tertata,”ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Achmad Fahmi, saat di Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang menjelaskan, P2RW diluncurkan bertujuan untuk menyelesaikan persoalan kampung kumuh.

“Sebelum ada P2RW luas kampung kumuh di atas 100 hektaran, namun sekarang tersisa 8 hektar. Sisanya itu akan kita tuntaskan pada tahun 2022 ini,” kata Fahmi.

Fahmi menegaskan, usulan proyek yang akan dibangun datang dari warga bukan dari pemerintah kota. Keputusan proyek yang akan dibangun didasarkan pada hasil rembuk atau musyawarah. “Rembuk yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga pembangunan yang dilakukan memanfaatkan P2RW, dapat terkendali,”tutupnya.

Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , ,

Update News

Listrik PLN Sering Padam, Warga Perumahan Felicity Semarang Keluhkan Kerusakan Elektronik

Semarang, Siber24jam.com – Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, khususnya di kawasan Perumahan Felicity, Kota Semarang,...

Dalam Tiga Hari, Satresnarkoba Polres Banyuasin Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Lima Tersangka

Banyuasin, Siber24jam.com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banyuasin berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana...

Rudy Susmanto Dukung Film “Sayap Kecil Praja Muda Karana” Angkat Nilai Pramuka dan Wisata Malasari

CIBINONG, Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberikan dukungan penuh terhadap produksi film layar lebar...

Heboh Dugaan Sertifikat Ganda di Bogor, Ali Wardana Minta BPN dan Seluruh Pihak Terkait Diperiksa Total

BOGOR,Siber24jam.com – Munculnya dugaan sertifikat elektronik atas sebidang lahan yang sebelumnya telah memiliki sertifikat resmi...