Update

Walhi Jabar : Tol Puncak Bakal Picu Bencana Dan Rusak Lingkungan Hidup

Bogor, Siber24jam.com – Manager advokasi dan kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang menyebut rencana pembangunan Jalan Tol Puncak yang membentang dari Caringin hingga Gunung Mas sepanjang 18 kilometer, akan mempercepat kerusakan lingkungan dan memicu terjadinya bencana karena akan mengalihfungsikan lahan hijau yang berfungsi sebagai resapan air menjadi jalan raya.

“Wacana pembangunan Tol Puncak sebaik tidak diteruskan, karena hanya akan merusak lingkungan dan memicu terjadinya bencana,” ungkap Iwang saat dihubungi via selulernya.

Ia juga menyebutkan, lahan hijau di sepanjang kawasan hutan, Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) dan HGU yang dikelola PTPN VIII Gunung Mas selama ini berfungsi sebagai kondisi yang memprihatinkan.

“Kondisi kawasan Puncak sudah rusak, jangan lagi dirusak dengan gagasan membangun Jalan Tol dengan dalih mengatasi kemacetan dan meningkatkan perekonomian nasional,” imbuhnya.

Menurut dia, untuk meningkatkan perekonomian Nasional, tambahnya, pemerintah tidak seharusnya membangun berbagai infrastruktur berupa Jalan Tol di beberapa daerah yang ujungnya mengorbankan lingkungan hidup tetapi dampak positifnya tidak dirasakan masyarakat lokal, karena upaya pemulihan ekonomi nasional bisa dilakukan dengan cara lain tanpa merusak lingkungan.

“Pemulihan ekonomi nasional bisa dengan cara lain, bukan hanya dengan membangun Jalan Tol. Apalagi alasannya hanya untuk mengurangi kemacetan dijalur puncak, artinya tidak sebanding dengan dampak yang akan ditimbulkan,” tambahnya.

Lebih lanjut Iwang mengatakan, dengan alihfungsi lahan hutan itu maka tata air tanah akan rusak sehingga bisa mengakibatkan krisis air. Akibat lain adalah fungsi udara yang tidak maksimal. Udara CO2 yang tidak bisa diserap pohon sehingga kualitas udara di lingkungan tidak bisa baik. Selanjutnya, alihfungsi hutan juga akan mengakibatkan erosi sehingga tanah bisa mudah longsor.

“Bencana akan terjadi jika ada perubahan fungsi lahan. Saat ini saja, jika hujan di kawasan puncak turun selama 2 sampai 3 jam pasti terjadi banjir, apalagi nanti jika rencana Tol Puncak di paksakan,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menjelaskan pembangunan jalan tol ini adalah hal yang paling memungkinkan untuk mengatasi persoalan macet di wilayah puncak.

Namun belum diputuskan apakah proyek ini akan menggunakan skema solicited atau masuk dalam rencana kerja Kementerian, atau unsolicited secara prakarsa swasta. Dia menjelaskan cara solicited tentunya membutuhkan waktu karena akan masuk dalam antrian proyek dukungan pemerintah.

“Kalau memang dari model bisnisnya yang teman teman hitung memungkinkan untuk prakarsa (unsolicited), kita akan tawarkan secara prakarsa kalau ada yang berminat,” katanya, dikutip Sabtu (18/06).

Terpisah, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku setuju dengan rencana itu karena lebih efektif daripada Jalur Puncak 2. Iwan pun mendukung rencana pembangunan Tol Puncak tersebut karena Tol Puncak dianggap bisa meningkatkan ekonomi di kawasan Puncak.

“Kalau saya pribadi lebih efektif tol, karena satu, pendek. Kedua, infrastrukturnya tidak terlalu banyak koordinasi. Paling yang saya lihat hanya dengan Perhutani, BPN, negara juga,” kata Iwan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apkasi di Hotel Vimalla, Megamendung.

 

Penulis : A.Rifai S.

Editor : E. Suwandana

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

WordPress Ads