Bogor Siber24jam.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua...
Tampil menjadi seorang crazy rich mungkin impian semua orang. Namun, sebenarnya banyak yang meyakini jika seseorang memang crazy rich, mereka jarang memperlihatkan atau memamerkan hartanya.
Sementara Indra Kenz, tersangka kasus penipuan aplikasi online Binomo yang kerap disapa ‘Crazy Rich Medan’ sebelumnya gemar memamerkan harta. Apakah ini termasuk ciri ‘Crazy Rich’ palsu?
Dalam kacamata psikologi, pamer yang dilakukan setiap orang sebenarnya dilatarbelakangi banyak hal.
“Kalau gemar pamer kan berarti kita tahu, ya, secara konstan pamer melulu, tapi, terkadang ada yang tanpa sengaja kok kesannya jadi pamer,” jelas Veronica Adesla, psikolog klinis Ohana Space kepada detikcom, baru-baru ini.
Veronica juga menambahkan bahwa pamer ini bisa dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan seperti atensi, menjadi pusat perhatian. Kemudian, mendapatkan compliment.
“Mendapatkan pengakuan bahwa misalnya dia orang hebat dan orang besar, mendapatkan status sosial, mendapatkan penerimaan sosial, bahkan mungkin bisa mendapat keuntungan finansial,” tambahnya.
Berita Lainnya
-
Kejagung Bidik Admin e-Katalog Kemendikbudristek, Jejak Korupsi Digitalisasi Pendidikan Mulai Terungkap
Tags: indra kenz












