Update

Bahaya! Pasien Usai Kateterisasi Jantung Abaikan Pola Hidup, Risiko Serangan Jantung Mengintai

CIBINONG, Siber24jam.com – Jumat, 4 September 2026. Kondisi Bupati Bogor Rudy Susmanto dilaporkan stabil setelah menjalani tindakan kateterisasi jantung di RSUD Ciawi, Kamis (3/9/2026). Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyempitan pada pembuluh darah jantung. Tim medis kemudian melakukan ballooning kateter untuk membantu membuka bagian pembuluh yang menyempit dan tidak melakukan pemasangan ring atau stent. Kondisi Rudy yang stabil menjadi kabar baik, namun tindakan tersebut bukan berarti penyakit jantung telah hilang sepenuhnya.

Menurut dr. Agus, kateterisasi jantung merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui sekaligus menangani gangguan pada pembuluh darah koroner. Pada tindakan ballooning, kateter dengan balon kecil diarahkan menuju bagian pembuluh yang mengalami penyempitan. Balon kemudian dikembangkan untuk membantu melebarkan saluran pembuluh sehingga aliran darah menuju otot jantung menjadi lebih baik. Pada kondisi tertentu dokter dapat memasang stent atau ring untuk mempertahankan pembuluh tetap terbuka, tetapi tidak semua pasien membutuhkannya. “Kateterisasi bukan berarti pembuluh darah sudah bersih seluruhnya dan penyakit jantung selesai. Bagian yang mengalami penyempitan memang dapat ditangani, tetapi proses penyakit dan faktor risikonya tetap harus dikendalikan,” terang dr. Agus,Jumat (4/9/2026)

Ia menjelaskan, penyempitan pembuluh darah koroner umumnya berkaitan dengan proses aterosklerosis, yaitu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah yang dapat mengandung kolesterol, lemak, kalsium dan material lainnya. Seiring waktu, plak dapat membuat lumen pembuluh semakin sempit sehingga suplai darah dan oksigen ke otot jantung berkurang. Dalam kondisi tertentu, plak juga dapat pecah dan memicu pembentukan bekuan darah yang kemudian menghambat aliran darah secara mendadak. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi sindrom koroner akut hingga serangan jantung, sehingga penyakit jantung tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang selesai hanya karena pasien telah menjalani tindakan kateterisasi.

“Setelah tindakan, pasien justru harus lebih disiplin menjaga kesehatan. Merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah yang tidak terkontrol, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan kurang istirahat tetap menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah. Jangan sampai setelah dilakukan tindakan pasien merasa sudah sembuh kemudian kembali kepada kebiasaan lama,” kata dr. Agus.

Menurutnya, merokok merupakan salah satu kebiasaan yang harus dihentikan, terutama bagi pasien yang telah diketahui mempunyai gangguan pembuluh darah jantung. Selain itu, pasien perlu mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan, mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan serta mengonsumsi obat berdasarkan resep dokter. Pola tidur juga perlu diperhatikan karena pemulihan membutuhkan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Pasien yang baru menjalani tindakan tidak dianjurkan langsung memaksakan aktivitas berat tanpa mendapat arahan dari tenaga medis.

“Yang harus dipahami, tindakan kateterisasi adalah bagian dari penanganan, bukan akhir dari perjuangan melawan penyakit jantung. Pasien harus melakukan perubahan gaya hidup secara konsisten. Kalau faktor risikonya dibiarkan, penyempitan dapat berkembang kembali atau masalah dapat muncul pada pembuluh darah lainnya,” jelasnya.

dr. Agus juga mengingatkan pasien agar tidak menghentikan obat secara sepihak hanya karena merasa sudah sehat. Terapi setelah tindakan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan evaluasi dokter. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah dan kondisi jantung secara keseluruhan. Jika muncul nyeri dada yang berat atau menetap, sesak napas, keringat dingin, pusing berat, pingsan atau keluhan lain yang mengarah pada gangguan jantung, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Dengan demikian, kondisi stabil Bupati Rudy Susmanto setelah menjalani ballooning kateter menjadi kabar positif, sekaligus memberikan pelajaran penting bahwa menangani penyempitan pembuluh darah hanyalah satu tahap. Menjaga kesehatan jantung setelah tindakan merupakan bagian yang sama pentingnya untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung di kemudian hari..

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Bahaya! Pasien Usai Kateterisasi Jantung Abaikan Pola Hidup, Risiko Serangan Jantung Mengintai

CIBINONG, Siber24jam.com – Jumat, 4 September 2026. Kondisi Bupati Bogor Rudy Susmanto dilaporkan stabil setelah...

Bupati Rudy Susmanto Jalani Kateterisasi Jantung, Tak Perlu Pasang Ring

CIBINONG, Siber24jam.com – Kabar baik datang dari Bupati Bogor Rudy Susmanto. Setelah menjalani tindakan kateterisasi...

Pemkab Bogor Dorong Karang Taruna Jadi Pelopor Literasi Digital

MEGAMENDUNG Siber24jam.com – Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten...

Peduli Korban Bencana NTT, Rudy Susmanto Terbangkan 7 Relawan Bogor

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto mengirim tujuh...