Babakan Madang Siber24jam.com — Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor meninjau langsung jalur yang akan dilalui dalam...
Tangerang, Siber24jam.com – Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Kemiri di Kabupaten Tangerang pada Minggu, 5 Oktober 2024. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya di kalangan santri dan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, dalam mengawasi perkembangan remaja yang masih dalam fase pencarian jati diri. Irjen Pol Suyudi mengingatkan bahwa tanpa pengawasan yang baik, remaja rentan terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Jangan sampai anak-anak kita dibiarkan begitu saja. Mereka yang sedang mencari jati diri sangat mudah terpengaruh lingkungannya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan untuk mengawasi mereka agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Irjen Pol Suyudi.
Kapolda juga menegaskan bahwa pengawasan dan pembinaan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, sebelum diperkuat oleh masyarakat dan institusi lainnya.
Menanggapi arahan Kapolda, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tangerang, M. Agus Mulyana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama berkolaborasi dengan Ponpes Assalam Kemiri dalam meningkatkan kompetensi santri, khususnya dalam hal kewirausahaan. Menurut Agus, hal ini bertujuan untuk memberikan wadah yang positif bagi santri agar mereka mampu membangun kemandirian sejak dini.
“Kami melatih santri untuk mandiri dan memiliki keterampilan berwirausaha. Di sini, ada bengkel, program budi daya ikan, pelatihan membatik, serta Balai Latihan Kerja (BLK). Ke depan, kami juga akan membangun pabrik roti sebagai bagian dari program pemberdayaan santri,” jelas Agus, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengembangan Ponpes Assalam Kemiri.
Dengan adanya program-program kewirausahaan tersebut, Agus berharap para santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat mereka gunakan untuk membangun masa depan yang mandiri dan produktif.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan pesantren serta menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan di lingkungan pesantren, baik dari aspek agama maupun keterampilan hidup.











