Siber24jam.com CIBINONG, BOGOR — Pengajian Al Qalam, sebuah majelis keilmuan dan pembinaan spiritual bagi kalangan...
Cibinong, Siber24jam.com – 11 September 2024. Pengajian rutin Al-Ikhbar yang diselenggarakan oleh PWI Kabupaten Bogor setiap Rabu ba’da Maghrib kembali diadakan di Graha Wartawan Cibinong. Tausiah kali ini dibawakan oleh KH Achmad Yaudin Sogir, seorang ulama sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Walaupun memiliki kesibukan sebagai anggota dewan, KH Achmad Yaudin Sogir tetap konsisten dalam berbagi ilmu agama. Pada kesempatan ini, beliau mengangkat tema tentang kematian dan tata cara pemulasaraan jenazah, sebuah topik yang sangat penting bagi umat Islam. Pembahasan mencakup proses memandikan, menshalatkan, menguburkan, serta mendoakan jenazah, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
KH Achmad Yaudin Sogir menekankan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti dan akan dialami oleh setiap manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengetahui tata cara pemulasaraan jenazah yang benar, sesuai tuntunan syariat. Dalam penjelasannya, beliau mengutip pendapat dua ulama besar, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani dan Imam Zarkasy, serta menambahkan beberapa hadis yang relevan.
Menurut KH Achmad Yaudin, pemulasaraan jenazah merupakan fardhu kifayah. Artinya, jika sebagian umat Islam telah melaksanakan kewajiban ini, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lainnya. Namun, jika tidak ada yang melakukannya, dosa akan ditanggung oleh semua orang di sekitarnya. Beliau juga menjelaskan bahwa selama proses pemakaman, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang dianjurkan untuk dibaca.
Dianjurkan dalam Pemulasaraan Jenazah
Menurut Syekh Nawawi al-Bantani dalam Kitab Nihayatuz Zain, dianjurkan membaca beberapa surat dan ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya:
1.Surat Al-Fatihah* sebagai pembuka doa.
2.Surat Yasin, sebagaimana disebutkan dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Bacakanlah Yasin atas orang yang sedang sekarat di antara kalian.”(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).
3.Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255).
4.Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (Surat Al-Baqarah: 285-286).
5.Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas*.
Beliau juga mengutip doa yang dianjurkan untuk dibaca, di antaranya:
“Rabbanaghfirli waliwalidayya walilmu’minina yawma yaqumul hisab.”(QS. Ibrahim: 41)
Yang berarti: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang yang beriman pada hari perhitungan akan ditegakkan.”
Dalam kesempatan tersebut, KH Achmad Yaudin juga menyampaikan hadis Nabi SAW terkait pemulasaraan jenazah. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang memandikan jenazah, mengafani, memakamkan, dan mendoakannya, maka baginya pahala sebesar Gunung Uhud.” (HR. Tirmidzi).
KH Achmad Yaudin juga mengingatkan bahwa keikhlasan dan tata cara yang benar dalam memulasara jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir yang sangat dianjurkan dalam Islam. Beliau juga menambahkan bahwa pemulasaraan jenazah bukan hanya tentang ritual, melainkan juga kesempatan untuk berdoa bagi yang telah meninggal, memohon ampunan, dan mendoakan agar mereka ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Pengajian ini diakhiri dengan doa bersama, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan menambah pengetahuan agama bagi masyarakat, khususnya bagi anggota PWI Kabupaten Bogor.











