Bambang Soesatyo Resmikan Pabrik Amunisi Pertama di Indonesia

Siber24jam.com – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Pendiri PT Sapta Inti Perkasa, Bambang Soesatyo, meresmikan operasional PT Sapta Inti Perkasa sebagai pabrik amunisi pertama di Indonesia. Perusahaan ini berada di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan RI, sesuai penetapan sebagai Industri Pertahanan Swasta dengan Nomor Surat: SP/14/IV/2020/DJPOT dan Pemberian Izin Produksi dengan Nomor Surat: SIPROD/11/V/2020/DJPOT.

PT Sapta Inti Perkasa berkomitmen menjadi lini produksi amunisi terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku (CoilStrip) CuZn28 dan CuZn10, BrassCup, pembuatan selongsong, proses assembling amunisi, quality control, hingga packing proses.

“Kehadiran PT Sapta Inti Perkasa berkontribusi dalam membangun kemandirian dan kekuatan pertahanan Indonesia melalui industri pertahanan swasta yang mandiri, solid, dan berdaya saing tinggi. Saat ini telah berhasil memproduksi brasscup dan selongsong kaliber 5.56 mm dan 9 mm dengan target produksi masing-masing 100 juta amunisi per tahun yang kemudian akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai 500 juta amunisi per tahun,” ujar Bamsoet saat meresmikan operasional PT Sapta Inti Perkasa di Karang Ploso, Malang, Jumat (14/6/24).

Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Sapta Inti Perkasa Richard CH, Komandan Pusdik Arhanud Brigjen TNI Edi Setiawan, dan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan bahwa kebutuhan amunisi nasional per tahun mencapai 5 miliar amunisi untuk menyuplai kebutuhan operasional dan cadangan institusi TNI. Saat ini, PINDAD baru mampu mensuplai sekitar 400 juta amunisi, sehingga keberadaan PT Sapta Inti Perkasa diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

“Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha swasta untuk memperkuat Industri Pertahanan Nasional. Sehingga kebutuhan amunisi bisa diperoleh dari industri dalam negeri dan tidak terus menerus bergantung pada impor,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan bahwa amunisi hasil produksi PT Sapta Inti Perkasa telah melalui uji tembak di lapangan tembak Pusdik Arhanud Malang dan uji balistik di Puslitbang Polri, memastikan kualitas produksinya terjamin.

Kehadiran PT Sapta Inti Perkasa diharapkan dapat memberikan multiplier effect economy yang besar bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat, mengurangi ketergantungan impor senjata dan amunisi, dan belajar dari kesuksesan Turki yang telah mampu melepaskan sekitar 70 persen ketergantungan atas suplai impor alat pertahanan.

“Tidak ada salahnya Indonesia belajar dari Turki, yang dalam dua dekade terakhir telah mampu melepaskan sekitar 70 persen ketergantungan atas suplai impor alat pertahanan. Beberapa industri pertahanan milik swasta di Turki bahkan telah masuk 100 besar dunia,” pungkas Bamsoet.

 

Editor: Zarkasi

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Wujudkan Madrasah Sehat, MAN 1 Bogor Lakukan Fogging Menyeluruh

  Siber24jam.com, CIBINONG – MAN 1 Bogor melaksanakan kegiatan fogging atau penyemprotan pengasapan di seluruh...

Bupati Bogor Ajak Warga Berolahraga dan Dukung UMKM Lokal

  Siber24jam.com, CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan Car Free Day...

Bupati Rudy Dorong UMKM CFD Tampil dengan Busana Adat Sunda

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai memperkuat identitas daerah melalui pelaksanaan Car Free...

Bupati Rudy Susmanto Kerahkan 1.200 Personel Percantik Stadion Pakansari

CIBINONG, Siber24jam.com – Menjelang pertandingan bergengsi Piala AFF 2026 antara Timnas Indonesia melawan Vietnam yang...