Magelang, 18 April 2026 Siber24jam.com — Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang...
Sukabumi, Siber24jam.com- Kabupaten Sukabumi kaya akan potensi ikan baik perikanan tangkap maupun budidaya. Khusus untuk perikanan tangkap daerah yang dipimpin duet Bupati Marwan Hamami dan Wakil Bupati Iyos Somantri, memiliki wilayah pesisir seluas 10 ribu hektar lebih.
“Potensi perikanan di Kabupaten Sukabumi sangat besar ini didukung dengan luas area pesisir 10.445,45 Ha dengan jumlah nelayan 9.811 orang dan jumlah alat tangkap sebanyak 3.385 unit,” kata Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Nunung Nurhayati, dikutip dari laman sukabumikab.go.id, Minggu (25/06/2023).
Namun, Nunung menjelaskan, pada tahun 2022, realisasi jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu sekitar 7.054 ton, dengan cluster komoditas unggulan yaitu lobster, tuna/cakalang, layur, teri, marlin, lisong dan sidat.
Lebih lanjut Nunung mengatakan, selain potensi perikanan tangkap, Kabupaten Sukabumi juga memiliki potensi budidaya air payau dan budidaya air tawar yang sangat besar, namun baru termanfaatkan hanya sebagian kecilnya saja.
“Kabupaten Sukabumi juga memiliki potensi yang sangat besar dalam urusan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.Jumlah pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sukabumi mencapai 1.681 orang, dengan berbagai macam jenis olahan yang dihasilkan,” ujar Nunung, pada acara Kegiatan Diseminasi Diversifikasi Produk Kelautan dan Perikanan yang diselenggarakan Satuan Kerja Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Palabuhan Ratu, Jumat, (23/06/2023) lalu.
Nunung berharap, dengan adanya kegiatan diseminasi diversifikasi produk kelautan dan perikanan dapat memacu semangat pelaku usaha untuk selalu berinovasi. “Sekaligus juga membantu meningkatkan performa UKM dengan mengikuti Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP),” tutupnya. ***
Editor : Mochamad Yusuf
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati (kedua dari kanan) usai memberikan materi soal diseminasi diversifikasi produk kelautan dan perikanan yang diselenggarakan Satuan Kerja Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Palabuhan Ratu.











