Update

Jaga Kelestarian Sungai Cikeas dan Cileungsi, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Gandeng KP2C

jaga kelestarian sungaiKetua Komunitas Peduli Sungai Cikeas dan Cileungsi (KP2C) Paurman menjelaksan kepada pegawai Perumada Air Minum Tirta Kahuripan soal kondisi Sungai Cikeas dan Cileungsi (foto dok Perumda Air Minum Tirta Kahuripan)

Bogor, Siber24jam.com- Jaga kelestarian Sungai Cikeas dan Cileungsi, sekaligus menekan tingginya tingkat pencemaran, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan, menggandeng  Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).

Kerja sama dengan KP2C Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, sangat strategis, karena  dua sungai yang berhulu di Gunung Pancar, Kecamatan Babakan Madang itu, merupakan sumber air baku bagi perusahaan yang didistribusikan kepada pelanggan di wilayah timur setelah melalui proses pengolahan.

“Perusahaan sangat senang ketika tawaran menjalin kerja sama menjaga Sungai Cikeas dan Cileungsi, untuk membantu perusahaan menjaga agar kedua sungai tersebut tidak tercemar limbah parah disambut KP2C,” kata Somad, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/01/2023).

Asisten Manajer Pengelolaan Sumber Air Krisman Nuryadin menambahkan, ketika Sungai Cikeas dan Cileungsi ini bisa menjadi tempat wisata alam yang digagas KP2C, perusahaan tentunya sangat diuntungkan. “Ya minimal, tingkat pencemaran limbah bisa ditekan atau dikurangi, sehingga tidak memperberat proses pengolahan air di instalasi. Kami sepenuhnya akan mendukung setiap aksi nyata KP2C dalam menjaga dan melestarikan Sungai Cikeas dan Cileungsi,” ujarnya.

Sebagai informasi, kesepakatan kerja sama menjaga Sungai Cikeas dan Cileungsi disepakati Rabu (18/01/2023) di salah satu kafe di Gunung Puteri, antara Asisten Manajer Pengelolaan Sumber Air, Krisman Nuryadin dengan Ketua KP2C Puarman.

KP2C sudah lama dikenal sebagai komunitas masyarakat yang berkonsentrasi pada kegiatan sistem peringatan dini bencana banjir dan peduli pada tata kelola lingkungan Sungai Cikeas dan Cileungsi.

“Sungai Cikeas dan Cileungsi, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, banjir yang terjadi saat musin hujan tiba, karena rusaknya vegetasi di sekitar sungai, kondisi diperparah dengan banyaknya home industri dan pabrik yang membuang limbah cairnya kesungai,” sebut Puarman.

Selain itu, sebut Puarman, masalah lainnya kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai, seperti menjadi Sungai Cikeas dan Cileungsi ini sebagai tempat sampah. “Akibatnya, sampah-sampah itu  menyumbat pintu air, hingga pada akhirnya menyebabkan banjir,” ujarnya.

Puarman menjelaskan, secara perlahan, sekarang ini sudah muncul kesadaran di masyarakat untuk menjaga sungai. “Ditambah lagi, KP2C mulai melakukan aksi nyata untuk menjadikan Sungai Cikeas dan Cileungsi, sebagai lokasi wisata alam,” kata Puarman menutupi. ***

 

Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Update News

Bupati Bogor Pastikan Keamanan Jalur Kunjungan Presiden di Babakan Madang

Babakan Madang Siber24jam.com — Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor meninjau langsung jalur yang akan dilalui dalam...

Restoran Masakan Pakistan & Yaman Terbaik di Sleman

Siber24jam.com *Saat Rindu Masakan Timur Tengah Datang Tiba-tiba* Pernahkah kamu duduk di warung makan biasa,...

Tragedi di Balik Aroma Kopi: Jeritan Hati “Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan

Jakarta Siber24jam.com – Di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit Jakarta Selatan, tepatnya di sepanjang Jalan...

Dorong Keadilan Iklim dan Kepemimpinan Perempuan, Dialog ASEAN Angkat Pengalaman Aceh

Banda Aceh Siber24jam.com – Perubahan iklim dan bencana ekologis di Asia Tenggara semakin menunjukkan bahwa...