Jakarta Siber24jam.com – Sebuah dokumen laporan intelijen dari Kabid Propam Polda NTB yang dikeluarkan awal...
kabupaten Tangerang, Siber24Jam.Com– Mui bersama muspika kecamatan panongan gelar sholat gerhana bulan (KHUSYUFIL QOMAR) bertempat di masjid Raoudhatul Muttaqien Rw.02 kelurahan mekarbakti kecamatan panongan. Selasa (18/11/2022). Jam 18.45 Wib.
Gerhana Bulan adalah sebuah fenomena alam di mana garis orbit bumi sejajar dengan bulan dan matahari sehingga cahaya matahari terhalang dan tidak semua cahayanya sampai ke bulan, sehingga saat posisi tersebut membuat bulan masuk ke Umbra (bayangan inti) bumi.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa hal itu telah diserukan untuk menggelar salat khusuf atau gerhana bulan kepada para ulama dan para imam masjid di seluruh Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan panongan bersama muspika kali ini bekerjasama dengan pengurus masjid Raoudhatul Muttaqien
menggelar shalat khusuf atau salat gerhana di mana puncak gerhana bulan tersebut akan total terjadi pada jam 17.59.Wib.
Salat gerhana bulan yang di imami Ustad Cecep Idris di awali dengan Zikir dan di pimpin oleh Ustad Anwar Munawar selaku ketua mui kecamatan panongan, dilanjutkan dengan khutbah oleh Ustad Marda ketua Mui Kelurahan mekarbakti.
Dalam khutbah nya, Ustad Marda Menyampaikan, momentum gerhana bulan ini untuk kita Introspeksi diri guna menggapai Ridho Illahi, allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia dicipta dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti bumi, langit, matahari, bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya.”Ucapnya.
Introspeksi diri dan tafakkur yang dilakukan oleh setiap manusia akan mengahantarkan getaran hati dan gerakan bibir rindu untuk membaca al Qur’an karena sebagai firman-Nya, rindu membaca shalawat karena menanti syafa’atnya, terus beristighfar karena menyadari atas salah dan dosanya demikian juga disetiap waktu untuk berdzikir melalui kalimat tasbih, tahmid, tahlil dan takbir Subhaanallaah, wal-hamdulillaah, wa laa ilaaha illallahu, Allaahu Akbar, saat berdecak, kagum, menghayati atas semua ciptaan-Nya. Hal ini sejalan dengan firman-Nya bahwa setiap apa yang ada di langit dan di bumi semuanya tiada henti-hentinya bertasbih kepada Allah SWT.”Tegasnya.
Lanjutnya,dari setiap diri yang mampu mengimani, memahami, berfikir, bertadabbur dan memurnikan dalam setiap ibadah serta mensucikan dalam amaliahnya maka akan terbentuk pribadi yang mampu mengkikis karakter negatif pada dirinya; sikap sombong, angkuh, otoriter, merasa paling benar, merasa berkuasa, merasa paling tinggi kedudukan dan jabatan, merasa paling kaya itu semua tidak pantas disandang dan dimiliki dan harus dibuang jauh-jauh dari dirinya dan terus menumbuhkan akhlaqul karimah pada diri-nya melalui pribadi yang berjalan dimuka bumi ini dengan penuh ketundukan, kepatuhan, ikhlash, sabar, tawakkal, tawadhu’, syukur, ridha, roja, qona’ah terus dipelihara dan di implementasikan untuk tetap istiqamah dalam ibadah menghadap kepada Dzat yang Maha Suci Allah SWT. Maka jika setiap diri mampu menghayati dan memahami betapa pentingnya bahwa hanya dengan akhlaqul karimah sendi-sendi kehidupan akan terwujud sempurna, hanya dengan saling menghargai dan menghormati kekuatan negeri ini akan kokoh dan bersatu, hanya dengan saling membantu satu sama lain kehidupan kita akan aman dan tenteram, hanya dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara kehidupan kita akan sejahtera. Dengan adanya kejadian gerhana bulan pada malam hari ini kita wujudkan totalitas kita ibadah kepada Allah SWT.”Lanjut Ustad Marda
Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena terkait kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka berdzikirlah, bertakbirlah, lakukanlah shalat dan bersedekahlah.” (Shahih Bukhari, 1044). Semoga dengan terjadinya gerhana bulan kali ini menjadikan diri untuk meningkatkan kedekatan (taqarrub) kita kepada Allah SWT, membesarkan hati kita untuk ikhlas dan sabar menghadapi setiap musibah dan ujian, menolong sesama, menghargai dan menghormati sesama, meningkatkan etos kerja sebagai ikhtiar untuk mendapatkan rahmat, ridha dan ampuna-Nya serta menjaga untuk selalu ramah terhadap alam sekitar kita.”Pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Drs Heru Ultari camat Panongan, Ustad. Anwar munawar. S.Ag.Ma,Ketua Mui Kecamatan Panongan, Bai Subiat S.Ag.Lurah mekarbakti,Ustad marda ketua Mui Kelurahan mekarbakti,Ustad Cecep Idris, Serda Bambang selaku Babinsa,Aipda Antariksa.SH Bhabinkamtibmas, beserta elemen masyarakat dan tokoh agama kelurahan mekarbakti.
Editor:Erwin
Berita Lainnya
-
Rakor Perdana Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri Bahas Netralitas ASN dalam Pilkada 2024 Hingga Stunting
Tags: 2022, Agama, ASN, AY, Bersedekah, BIN, Camat, Hadi, HMI, HUT, IG, indonesia, Islam, Kabupaten Tangerang, Lurah, masjid, masyarakat, MU, PAI, PAN, SH, Tangerang, uang, UAS