Update

Hasil dari Perhelatan JMFW 2023 Pelaku Usaha Industri Fesyen Dapat Kontrak dari Buyer Malaysia

Penandatangan MoUMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pembelian produk fesyen muslim antara 14 pelaku usaha fesyen muslim Indonesia dengan buyer Malaysia, pada penutupan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2022, Sabtu (22/10/2022) (Foto Dok Humas Kemendag)

Jakarta,Siber24jam.com- Produk fesyen muslim produksi Indonesia, banyak diminati warga negara Malaysia. Fakta tersebut terungkap saat penutupan perhelatan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) yang digelar di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Sabtu (22/10/2022) lalu, 14 pelaku usaha fesyen muslim dan produk halal lainnya di tanah air mendapatkan kontrak dari buyer Malaysia senilai USD 4,3 juta atau Rp 67,3 miliar.
“Kementerian Perdagangan senantiasa mendorong lebih banyak kerja sama dan transaksi yang dilakukan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia dengan para buyer.” kata Mendag Zulkifli Hasan atau Zulhas, dikutip dari laman Kemendag.go.id, Rabu (26/10/2022)
Mendag mengungkapkan, penyelenggaraan JMFW selama 3 hari pada 20–22 Oktober 2022 lalu yang diadakan bersamaan dengan gelaran Trade Expo Indonesia ke-37 pada 19–23 Oktober 2022, terbukti telah mampu membantu pelaku usaha mendapatkan buyer dari dalam dan luar negeri. “Ke depannya saya optimis akan lebih banyak kontrak kerja sama dengan buyer internasional lainnya,” ujarnya
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama pada industri fesyen muslim dan produk halal lainnya. “Saya optimistis Indonesia dapat menguasai pasar produk halal dunia dan mewujudkan target sebagai pusat produsen produk halal dunia tahun 2024,” ungkap Didi.
JMFW, kata Didi, salah satu platform pengembangan fesyen muslim Indonesia yang diinisiasi Kemendag berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk merealisasika mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. “JMFW diharapkan dapat menjadi wadah yang merangkul pihak-pihak terkait, tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen dan industri penunjangnya (kosmetik, aksesori, dan alas kaki), serta media untuk mewujudkan misi dimaksud,” pungkas Didi. *** Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Galuga Harus Tuntas, Satgas Lintas Sektor Dibentuk

  Siber24jam.com, CIBINONG — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengambil langkah cepat untuk menuntaskan kebakaran di...

Dugaan Proyek Rp57 Miliar Disorot, FORMMASI Desak Kejagung Telusuri Kontrak hingga Aliran Uang

JAKARTA — Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) kembali menggelar aksi demonstrasi di...

Pinjaman Lampung Rp1 Triliun Disorot, FORMMASI Minta Kejagung Periksa dari Hulu ke Hilir

JAKARTA Siber24jam.com — Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) menggelar aksi demonstrasi di...

Pemerintah Pusat Tinjau Langsung Kondisi Terkini TPA Galuga, Cek Kesiapan Groundbreaking PSEL

Cibungbulang Siber24jam.com – Pemerintah Pusat dalam hal ini Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan...