Update

Bogor Ibu Kota secara De Facto, Bima Arya Usung Konsep Tiga Pilar

BOGOR, Siber24jam.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, saat ini Kota Bogor sudah menjadi Ibu Kota secara de facto, karena Presiden RI tinggal dan berkantor di Kota Bogor.

Ia meyakini untuk mengelola kota ini, tidak bisa sendirian. Namun dengan tiga pilar yakni, Keislaman, Keindonesiaan dan Keilmuan yang bisa menjadi dasar bagi masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan kota ini.

“Ini harus paralel. Keislaman ini harus dijaga sama-sama, bukan Islam yang membeda-bedakan,” kata Bima saat menghadiri Halalbihalal Idul Fitri 1443 H Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor di Aula Prof. Dr. H. Abdullah Siddiq SH, UIKA, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (10/5/2022).

Kedua, Ke-Indonesian yaitu Bogor yang berkembang atas dasar keberagamaan, yang tidak phobia terhadap Islam tetapi juga bisa menyelaraskan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai kebangsaan.

“Kemudian ketiga adalah semangat kebangsaan dalam menjaga itu semua yakni keilmuan bagaimana kota ini didorong gagasan ilmu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu ia menekankan jangan pernah sekali-kali terjebak untuk menjadikan politik dan ekonomi sebagai panglima, tetapi yang lebih besar dan lebih penting ialah kemasyarakatan.

“Ini bisa dicapai jika menggabungkan tiga pilar tadi,” tegasnya.

Warga patut bersyukur tinggal di Kota Bogor yang berkarakter. Namun karakter ini harus dijaga dan dikuatkan dengan tiga pilar bersama dengan kampus-kampus.

“Saya selalu menikmati perbincangan dengan para doktor dan profesor semua sekalian, terima kasih atas masukan dan kritik bagi Pemerintah Kota Bogor. Saya harap di injury time masa jabatan saya dan pak wakil bisa terus dibimbing dan dinasehati apabila ada hal-hal yang perlu dikoreksi. Pemkot akan berikhtiar untuk mendukung perjuangan besar dalam menjadikan UIKA sebagai kampus kebanggaan Indonesia,” katanya.

Dalam sambutannya, Rektor UIKA Endin Mujahidin, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar UIKA yang sudah memberikan pengabdian untuk membesarkan Universitas.

Bertepatan dengan halalbihalal ini pula diserahkan sertifikat ISO 9001:2015 kepada unit rektorat dan penandatanganan MoU komitmen menjalankan ISO 21001:2018 kepada lima pimpinan fakultas dan sekolah Pascasarjana.

Tak hanya itu, UIKA Bogor sudah memperoleh dua SK untuk dua prodi, yakni prodi Ilmu Ekonomi Syarifah dan Manajemen Haji dan Umroh untuk program S1.

“Kalau di BAN-PT ada penambahan lima prodi baru, jadi prodi di Universitas IBN Khaldun bertambah dari 23 menjadi 28. Sementara 12 prodi masih on going tapi kita targetkan tahun ini sudah selesai,” kata Rektor UIKA.

Editor : Edwin Suwandana

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Update News

JPU Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Ahli, Tegaskan Kasus Chromebook Bukan Sekadar Administrasi tapi Pidana

Jakarta, Siber24jam.com – 4 Mei 2026. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan adanya unsur pidana dalam...

Kepala Dinas Arsip Bogor Dorong Transformasi Digital, SIKN–JIKN Buka Akses Arsip Publik Lebih Luas

CIBINONG, Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan terus memperkuat tata kelola...

Rudy Susmanto Kawal Aspirasi Warga Tambang ke Gubernur, Siapkan Jalur Khusus sebagai Solusi

CIBINONG,Siber24jam.com — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan...

KH Sogir AY Dorong Kepengurusan Baru KONI Bogor Tingkatkan Prestasi dan Tata Kelola Profesional

Bogor Siber24jam.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua...