Update

Nama Bahlil Terseret Isu Penyadapan Presiden, Ketum Golkar: Jangan Uji Nyali Kami!

Jakarta Siber24jam.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai tuduhan tersebut bukan persoalan sederhana karena berpotensi merusak reputasi pribadi sekaligus memengaruhi persepsi publik terhadap Partai Golkar.

Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung penuh langkah aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus dugaan penyadapan tersebut secara menyeluruh, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).

“Kita Partai Golkar mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan. Kita mendukung penuh, diusut tuntas dan dilakukan secara transparan,” tegas Bahlil.

Menurutnya, penyadapan ilegal merupakan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih apabila menyangkut kepala negara dan pihak-pihak lain yang diduga menjadi sasaran tindakan tersebut.

Bahlil bahkan mengungkapkan bahwa dirinya juga merasa menjadi salah satu pihak yang mengalami penyadapan.

“Tidak hanya kepala negara yang disadap, saya pun disadap soalnya. Awak pun disadap. Jadi saya itu takut juga itu barangnya disadap karena telepon saya itu kan kelakuan siang dan malam ketahuan semua di situ, kan gitu,” ujarnya sambil berkelakar.

Meski disampaikan dengan nada humor, Bahlil menilai persoalan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang luas apabila tidak ditangani secara serius.

“Wah saya bilang ini bisa berdampak sistemik, masif, dan terstruktur ini saya bilang,” imbuhnya.

Selain mendukung pengusutan kasus penyadapan, Bahlil secara khusus merespons tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam pertemuan dengan sejumlah jenderal sebelum mereka ditangkap.

Ia mempertanyakan dasar informasi tersebut dan meminta pihak yang menyebarkan tuduhan agar memberikan penjelasan serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana, saya tidak tahu yang mengatakan 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka,” kata Bahlil.

Ia mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan informasi tersebut karena tidak disebutkan secara spesifik siapa ketua umum partai yang dimaksud. Namun, setelah mengetahui bahwa tuduhan itu diarahkan kepadanya, Bahlil mengaku terkejut.

“Awal-awalnya saya tidak terlalu ngeh, karena ketum partai kan banyak. Tapi begitu saya bangun pagi di pesawat, lihat, kok ini sudah menuduhnya ke saya? Saya bilang, ini apa maksudnya ini?” ungkapnya.

Bahlil menegaskan tidak akan membiarkan tuduhan yang dinilainya tidak berdasar berkembang menjadi persepsi publik tanpa klarifikasi.

Ia bahkan menyatakan akan melayangkan somasi kepada pihak yang menuduhnya terlibat dalam perkara tersebut dengan memberikan tenggat waktu 3×24 jam untuk menyampaikan klarifikasi.

“Dan saya memberikan, tadi itu kepada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya, di podcast. Kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan, kalau tidak, saya akan somasi. Kalau tidak, saya akan proses secara hukum karena ini berbahaya,” tegasnya.

Lebih jauh, Bahlil menduga munculnya tuduhan tersebut berpotensi berkaitan dengan upaya menggoyahkan soliditas dan kekuatan Partai Golkar.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya. Menurutnya, kekompakan internal partai harus tetap dijaga di tengah berkembangnya berbagai tuduhan.

“Hati-hati kita mau dimain-mainkan nih. Mereka sedang menguji kekompakan kita. Saya sampaikan, saya tidak akan mundur sejengkal pun kepada orang-orang yang ingin merusak partai. Jangan uji nyali kita, ndak,” ujarnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa dirinya akan mengambil langkah hukum apabila pihak yang menyebarkan tuduhan tidak memberikan klarifikasi dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Awalnya aku nggak mau pusing. Tapi tuduhannya ke sini kan gila sekali, udah ke mana-mana ini barang. Dan saya kasih waktu, sehabis ini saya akan somasi orang-orang itu, saya akan kasih waktu 3×24 jam, saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Pernyataan Bahlil tersebut menempatkan dua persoalan penting dalam perhatian publik, yakni urgensi pengungkapan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto serta pentingnya pertanggungjawaban pihak-pihak yang menyampaikan tuduhan kepada tokoh politik.

Di tengah berkembangnya isu tersebut, pembuktian melalui proses hukum dan keterbukaan informasi menjadi penting agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi maupun pembentukan opini yang berpotensi merugikan pihak tertentu.

Reporter: Zarkasi

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Nama Bahlil Terseret Isu Penyadapan Presiden, Ketum Golkar: Jangan Uji Nyali Kami!

Jakarta Siber24jam.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan...

Dr. Fri Hartono Bongkar Arah Baru Penegakan Hukum Pidana, 400 Jaksa Jabar hingga Banten Digembleng

Siber24jam.com, BANDUNG– Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)...

Al-Qalam Istiqomah Gelar Pengajian, Gus Sholeh dan Cimory Terus Dukung Silaturahmi Jurnalis

Siner24jam.com, BOGOR – Pengajian para jurnalis Al-Qalam kembali digelar di Kantor Portal Cibinong, Kabupaten Bogor,...

Al-Qalam Perkuat Ukhuwah Jurnalis, Gus Sholeh dan Cimory Konsisten Dukung Pengajian Rutin

Bogor, Siber24jam.com – Pengajian para jurnalis Al-Qalam kembali digelar di Kantor Portal Cibinong, Kabupaten Bogor,...