CIBINONG, KABUPATEN BOGOR – Pengajian rutin para jurnalis Al-Qalam kembali digelar di kantor portal...
CIBINONG, KABUPATEN BOGOR – Pengajian rutin para jurnalis Al-Qalam kembali digelar di kantor portal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dihadiri sejumlah insan pers dari berbagai media tersebut menjadi ruang memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama, sekaligus membangun integritas dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian dipimpin oleh KH Achmad Yaudin Sogir yang menyampaikan tausiah mengenai dosa-dosa yang kerap dilakukan manusia tanpa disadari. Di antaranya gibah, dusta, sumpah palsu, kebohongan, adu domba atau provokasi, suuzan, serta sikap meremehkan dan merendahkan orang lain.
Dalam tausiahnya, KH Achmad Yaudin Sogir mengingatkan bahwa dosa tidak selalu hadir melalui perbuatan besar yang terlihat oleh orang lain. Perkataan sehari-hari, sikap terhadap sesama, hingga kebiasaan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya juga dapat menjadi sumber kesalahan moral dan agama.
“Jangan sampai kita sibuk menghitung kesalahan orang lain, tetapi lupa memeriksa dosa-dosa yang setiap hari mungkin kita lakukan sendiri. Gibah, dusta, adu domba, sumpah palsu, dan suuzan sering dianggap perkara biasa, padahal semuanya dapat merusak hubungan antarmanusia dan menjauhkan kita dari akhlak yang diridai Allah SWT,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
Ia menjelaskan, peringatan tersebut sangat relevan bagi para jurnalis yang setiap hari berhadapan dengan informasi, perbedaan pendapat, kritik, dan kepentingan banyak pihak. Wartawan dituntut bukan hanya memiliki kemampuan menulis, tetapi juga menjaga kejujuran, kehati-hatian, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan berita.
KH Achmad Yaudin Sogir juga mengingatkan pentingnya melakukan introspeksi sebelum berbicara maupun bertindak. Menurutnya, ilmu agama harus tercermin dalam perilaku, termasuk ketika seseorang menjalankan profesi dan berinteraksi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan ajaran dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali, yang membahas pentingnya menjaga anggota tubuh dari perbuatan maksiat, termasuk menjaga lisan. Sementara itu, dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT melarang prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan menggunjing orang lain.
“Seorang muslim harus belajar menjaga lisannya. Jangan mudah menyampaikan sesuatu yang belum jelas, jangan menyebarkan kabar yang bisa merugikan orang lain, dan jangan menjadikan kelemahan sesama sebagai bahan pembicaraan. Bagi wartawan, prinsip ini harus menjadi pengingat agar setiap informasi diperiksa dan setiap pemberitaan dibuat dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Gus Sholeh: Wartawan Harus Menjaga Adab dan Akhlak
Sementara itu, Gus Sholeh selaku pembina media Siber24jam.com dan Liputan08.com menekankan pentingnya menjaga adab, akhlak, dan perilaku terpuji, baik ketika menjalankan tugas jurnalistik maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kemampuan dan pengetahuan seseorang akan lebih bermakna apabila disertai sikap rendah hati, kejujuran, serta penghormatan terhadap orang lain.
“Wartawan dan seluruh jamaah pengajian hendaknya senantiasa menjaga adab dan akhlak yang baik. Jangan hanya mengejar kepentingan dunia, tetapi lupakan kewajiban kepada Allah SWT dan sesama manusia. Jadikan ilmu yang diperoleh seb okagai pedoman untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Sholeh.
Ia berharap pengajian Al-Qalam tidak sekadar menjadi pertemuan rutin, melainkan wadah membangun persaudaraan, memperkuat keimanan, dan membentuk insan pers yang profesional sekaligus berakhlak mulia.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan di antara para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam lingkungan pengajian Al-Qalam.
Pengurus Al-Qalam Apresiasi Dukungan Gus Sholeh dan Cimory
Pengurus Al-Qalam menyampaikan terima kasih kepada Gus Sholeh yang terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pengajian, termasuk menyediakan konsumsi bagi para jamaah. Apresiasi juga disampaikan kepada Cimory yang secara konsisten memberikan dukungan berupa minuman setiap kegiatan pengajian berlangsung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gus Sholeh atas perhatian, dukungan, dan konsumsi yang diberikan sehingga kegiatan pengajian para jurnalis Al-Qalam dapat berjalan dengan baik. Terima kasih juga kepada Cimory yang terus mendukung dengan menyediakan minuman bagi jamaah. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar perwakilan pengurus Al-Qalam.
Pengurus berharap dukungan tersebut dapat terus memperkuat keberlangsungan kegiatan keagamaan yang menjadi sarana silaturahmi, belajar, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Melalui pengajian rutin ini, para jurnalis Al-Qalam diharapkan semakin memahami bahwa profesi wartawan bukan hanya berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral, kejujuran, dan integritas.
Sebab, berita yang benar membutuhkan verifikasi, sementara kehidupan yang baik membutuhkan ilmu, iman, dan akhlak. Keduanya menjadi bekal penting bagi insan pers dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Berita Lainnya
Tags: Gus Sholeh, KH Achmad Yasin Sogir, Pengajian Jurnalis Al-Qalam























