CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus mendorong peningkatan...
CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan unggulan di RSUD Bakti Pajajaran dengan memanfaatkan teknologi medis modern, termasuk Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk membantu pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah otak.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berteknologi tinggi, sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan sesuai kebutuhan medis.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bakti Pajajaran, dr. Ajeng Normala, menjelaskan bahwa pengembangan layanan unggulan tersebut didukung fasilitas Cath Lab Biplane yang diperoleh melalui bantuan Kementerian Kesehatan pada 2025.
Hal itu disampaikannya dalam Podcast Sora Bogor yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ajeng, fasilitas Cath Lab Biplane memungkinkan rumah sakit mengembangkan pelayanan secara multidisiplin, meliputi penanganan kasus jantung, neurologi intervensi, bedah saraf intervensi, hingga bedah vaskular.
“Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA, layanan kanker, jantung, dan neurologi mendapatkan penguatan. Cath Lab Biplane masuk pada tahun 2025 dan sudah kami gunakan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Ajeng.
Ia menjelaskan, Digital Subtraction Angiography atau DSA merupakan teknologi pencitraan medis yang membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah, khususnya di area otak. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi penyempitan, sumbatan, maupun gangguan aliran darah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan medis yang sesuai.
Dalam penanganan gangguan pembuluh darah otak, kecepatan dan ketepatan diagnosis menjadi faktor penting. Pada kasus stroke tertentu, pasien membutuhkan penanganan sesegera mungkin karena waktu dapat memengaruhi peluang pemulihan.
“Kasihan masyarakat Kabupaten Bogor jika harus berpindah-pindah rumah sakit karena tidak mendapatkan pelayanan. Dengan adanya fasilitas dan kompetensi dokter yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien,” jelasnya.
Ajeng menambahkan, keunggulan Cath Lab Biplane tidak hanya terletak pada teknologi yang digunakan, tetapi juga kemampuannya mendukung kerja sama berbagai dokter spesialis. Melalui pendekatan multidisiplin, keputusan penanganan pasien dapat dibahas bersama dengan mempertimbangkan kondisi klinis dan kebutuhan masing-masing pasien.
Selain memperkuat layanan jantung dan neurologi, RSUD Bakti Pajajaran juga terus mengembangkan pelayanan penyakit dalam, termasuk peningkatan kompetensi tenaga medis untuk mendukung pelayanan ginjal. Pengembangan dilakukan secara bertahap melalui peningkatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kemampuan pelayanan rumah sakit.
Di samping peningkatan fasilitas medis, Ajeng menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit. Menurutnya, penyakit jantung dan stroke memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang disadari, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan kadar kolesterol tinggi.
“Sering kali masyarakat merasa sehat, padahal tekanan darah sudah tinggi atau kadar gula darahnya juga tinggi. Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berusia di atas 40 tahun,” terangnya.
RSUD Bakti Pajajaran juga menyediakan layanan medical check-up untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengenali faktor risiko sehingga upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Ajeng mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Bogor selalu menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk keluarga. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, tetapi harapan terbesar kami tentu masyarakat tetap sehat dan tidak perlu mendapatkan pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.
Penguatan teknologi medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit menjadi bagian dari upaya RSUD Bakti Pajajaran meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Dengan fasilitas yang semakin memadai, akses terhadap pemeriksaan dan penanganan medis diharapkan semakin dekat, cepat, dan sesuai kebutuhan pasien.
Berita Lainnya
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto























