CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya menjamin akses kesehatan masyarakat melalui penerapan...
Siber24jam.com, CIBINONG — Masjid Raya Nurul Wathon di Pakan Sari Cibinong Kabupaten Bogor yang sebelumnya ramai dikunjungi masyarakat kini disebut mengalami penurunan jumlah pengunjung dan jamaah setelah area parkir di sekitar masjid ditutup.
Masjid yang sebelumnya tidak hanya menjadi tempat masyarakat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati keindahan kawasan masjid, kini terlihat lebih sepi.
Salah seorang pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Wathon, mengungkapkan bahwa penutupan parkir menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan datang.
Menurutnya, jamaah yang membawa kendaraan harus memarkirkan kendaraan cukup jauh, antara lain di parkiran laga tangkas, kemudian berjalan menuju masjid. Kondisi tersebut dinilai kurang memberikan kenyamanan, khususnya bagi jamaah yang datang bersama keluarga, lansia, maupun masyarakat yang ingin berkunjung untuk menikmati kawasan masjid.
“Sekarang parkirnya jauh. Masyarakat harus berjalan dari tempat parkir menuju masjid. Salah satu dampaknya, pengunjung menjadi malas datang,” ungkap Salah satu pengurus Mesjid, Selasa (1/9/2026).
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua Komisi I, KH Ahmad Yaudin Sogir.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bogor tidak membatasi akses masyarakat terhadap kawasan Masjid Nurul Wathon, khususnya dengan menutup fasilitas parkir yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan jamaah.
“Masjid itu dibangun untuk umat. Jangan sampai masjid justru terasa seperti disekat dan masyarakat kesulitan untuk datang,” tegas KH Ahmad Yaudin Sogir.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak semata-mata sebagai tempat melaksanakan salat, tetapi juga memiliki fungsi sosial sebagai ruang silaturahmi dan tempat masyarakat berkumpul dalam suasana yang nyaman.
Karena itu, ia meminta Pemkab Bogor mencari solusi, bukan sekadar menutup atau membatasi akses parkir.
“Kalau pagarnya rusak karena waktu atau ada kerusakan yang tidak disengaja oleh jamaah, ya diperbaiki. Anggaran dan kemampuan daerah kita ada. Kabupaten Bogor punya banyak sumber daya, tinggal bagaimana fasilitas yang sudah tersedia dirawat dan dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
KH Ahmad Yaudin juga mendorong agar pemerintah mempertimbangkan penataan ulang hingga perluasan area parkir apabila memang kapasitas yang ada tidak lagi memadai.
“Kalau memang tempat parkirnya kurang, jangan ditutup. Lebih baik ditata dan kalau memungkinkan diperluas. Masyarakat sudah menyediakan semuanya melalui pembangunan fasilitas daerah. Tinggal bagaimana pemerintah memberikan pelayanan agar masyarakat merasa nyaman datang ke masjid,” katanya.
Ia menilai, jangan sampai kebijakan penataan kawasan justru berdampak pada berkurangnya minat masyarakat untuk datang dan beribadah.
“Jangan sampai karena persoalan parkir, masjid yang seharusnya ramai justru menjadi sepi. Masjid harus dibuat senyaman mungkin agar masyarakat senang datang, beribadah, bersilaturahmi dan menikmati kawasan tersebut,” pungkasnya.





















