Update

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Deepfake Catut Nama Gubernur

SURABAYA, Siber24jam.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berhasil mengungkap kasus penipuan siber bermodus manipulasi video (deepfake) menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Para pelaku mencatut nama sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk menipu masyarakat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah laporan dari pegawai Dinas Kominfo Jatim pada 15 April 2025. Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktorat Reserse Siber Polda Jatim langsung melakukan patroli digital dan penyelidikan.

“Pelaku mengedit video Gubernur Jatim menggunakan teknologi AI, mengganti narasinya menjadi promosi motor murah seharga Rp500 ribu yang diklaim sebagai program bantuan Gubernur. Tawaran itu disebar tanpa sistem COD dan disertai surat palsu,” ungkap Irjen Nanang dalam konferensi pers, (30/4/2025).

Tak hanya Khofifah, para pelaku juga membuat video serupa dengan mencatut nama Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Barat. Video tersebut disebarkan melalui platform TikTok untuk menjaring korban.

Direktur Siber Polda Jatim, Kombes Pol R. Bagoes Wibisono, menyatakan tiga tersangka berhasil diamankan, yakni HMP (32), UP (24), dan AH (34), ketiganya warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. “Mereka telah menjalankan aksinya selama tiga bulan dan memperoleh keuntungan mencapai Rp87,6 juta,” ujarnya.

Ketiga pelaku memiliki peran berbeda. HMP bertugas membuat akun TikTok dan memanipulasi video, UP menyediakan rekening penampung dana hasil penipuan, dan AH menjadi admin WhatsApp yang membujuk korban untuk mentransfer uang.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp12 miliar.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan aksi tersebut tidak hanya mencemarkan nama baik kepala daerah, tetapi juga meresahkan masyarakat. Ia mengimbau warga agar lebih kritis terhadap informasi di media sosial dan selalu melakukan verifikasi.

“Polda Jatim berkomitmen memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan teknologi digital demi melindungi masyarakat dari kejahatan siber yang semakin canggih,” tegas Kombes Jules.

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG Diusut, Kejagung Periksa 6 Saksi dari BGN hingga SPPG

Siber24jam.com, JAKARTA — Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana...

Tawuran Pelajar Merebak, Guru dan Orang Tua Jangan Lepas Pengawasan Setelah Jam Sekolah

BOGOR Siber24jam.com – Dugaan aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di wilayah kapling DDN jl pajeleran...

Karnaval HUT ke-81 RI di RW 15 Telaga Murni Meriah, RT 05 Raih Juara Pertama

Siber24jam.comTELAGA MURNI — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah...

Felicity, Sangdipa dan Mangunharjo Hills Kompak Usulkan RT Baru, Warga: Pelayanan Kependudukan Lebih Mudah

Siber24j.com, SEMARANG — Warga tiga kawasan perumahan di wilayah RW 01, Kelurahan Mangunharjo, Semarang, mendorong...