Update

Dr.Seno Sependapat Dengan Pengamat Maritim Dr. (HC) Capt.Marcellus : Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut Melanggar Prinsip UNCLOS 1982

Jakarta,Siber24jam.com- Rencana kontroversial Jepang untuk membuang air limbah yang sudah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima dan hal ini mendapat sorotan dari Pengamat Maritim Dr.(HC) Capt.Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

 

Dikatakannya rencana Jepang telah menimbulkan kecemasan Dunia dan kemarahan di dalam serta luar Negeri.

 

“Saya menilai langkah ini sangat berbahaya, karena dapat memiliki dampak negatif yang tidak dapat diukur terhadap kesehatan manusia, dan perlu diingat bahwa air laut tidak mengenal batas negara.

 

 

Oleh karena itu, hal ini harus ditentang oleh negara di seluruh dunia dan harus bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap rencana ini ” Jelasnya.

Sependapat dengan pernyataan Pengamat Maritim Dr.(HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar, Hal senada juga disampaikan oleh Asst Prof Dr Dwi Seno. Wijanarko, SH,,MH, CPCLE, CPA,CPM, Negara Indonesia harus bersikap atas rencana Jepang yang akan membuang limbah nuklir ke Samudera Pasifik terang nya di Jakarta pada hari selasa 11 juli 2023 saat di temui Siber24jam.com

 

Dr.Seno mengatakan Preseden buruk pembuangan limbah berbahaya sudah pernah terjadi di Jepang dalam kasus Minimata, Kumamoto, yang mengakibatkan anak-anak terlahir cacat dan kematian warga akibat terpapar limbah logam berat merkuri di perairan Jepang tahun 1956.

 

“Ketika itu, tercatat sebanyak 10 ribu korban sebagai akibat kasus pencemaran laut di Minimata.

 

Oleh karena itu, rencana pembuangan limbah pendingin reaktor nuklir Fukushima ke Luat Pasifik harus dihentikan dan Pemerintah Indonesia harus mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas sesegera mungkin.

 

Seperti yang telah diketahui limbah radioaktif yang menumpuk di PLTN Fukushima dilaporkan telah berukuran 1,32 juta metrik ton atau kira-kira lebih dari 500 kolam renang berukuran Olimpiade.

 

Dan jangan sampai terulang peristiwa Pembangkit Listrik Fukushima Daiichi yang terkena tsunami itu bisa terulang kembali dampaknya, karena lebih dari 150.000 orang pada saat itu dievakuasi dari zona ekslusi di sekitar pembangkit nuklir, dan status tersebut masih berlaku hingga kini.

 

Selanjutnya Dr.Seno, berharap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa menghentikan rencana Jepang membuang limbah nuklir Fukushima ke laut.

 

Juga terhadap Organisasi aktivis lingkungan Greenpeace, dan gerakan anti nuklir di Indonesia dan dunia hendaknya kembali menentang rencana Pemerintah Jepang . Kita tidak boleh hanya duduk dan menonton saja ” Tutupnya.

 

Editor:Aliwardana

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

INASSOC Jabar Resmi Dilantik, Oteu Herdiansyah Siapkan Pembenahan Organisasi dan Pembinaan Airsoft di 27 Kabupaten/Kota

SUMEDANG Siber24jam.comb– Pengurus Daerah Indonesian Airsoft Association (INASSOC) Jawa Barat periode 2026–2030 resmi dilantik dalam...

Pelindo Mengajar, Yogi Firdaus Kembali ke SMAN 1 Pandeglang, 125 Siswa Dapat Inspirasi Karier dan Dunia Kepelabuhanan

Siber24jam.com, PANDEGLANG –  Pendidikan tidak sekadar menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga fondasi...

Nama Bahlil Terseret Isu Penyadapan Presiden, Ketum Golkar: Jangan Uji Nyali Kami!

Jakarta Siber24jam.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan...

Dr. Fri Hartono Bongkar Arah Baru Penegakan Hukum Pidana, 400 Jaksa Jabar hingga Banten Digembleng

Siber24jam.com, BANDUNG– Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)...