Update

Pembiayaan untuk Pelaku UMKM Parekraf Syariah, Kemenparekraf Luncurkan AKSES

pelaku usaha mikroMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) meluncurkan program Akselerasi Keuangan Syariah Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (AKSES). Program ini untuk membantu pelaku UMKM Parekraf syariah yang membutuhkan modal usaha (foto kemenparekraf.go.id)

Jakarta,Siber24jam.com- Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak disektor pariwisata ekonomi kreatif (Parekraf) syariah, sekarang ini akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan. Pasalnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Senin (20/02) lalu telah meluncurkan satu program yang diberi nama  Akselerasi Keuangan Syariah Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (AKSES).

Program AKSES merupakan kerja sama antara Kemenparekraf dan LBS Urun Dana untuk menghadirkan program akselerasi bisnis UMKM, melalui mekanisme securites crowdfunding. Program ini juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dan Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS)

“Dengan layanan urun dana ini ada opsi pembiayaan yang sangat value adding. Karena ini sifatnya partisipatif, berbasis komunitas, dan akhirnya dapat menjadi saham yang bisa menghasilkan keuntungan yang dibagi rata,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dikutip dari laman kemenparekraf.go.id, Selasa (21/02/2023).

Sebagai informasi, usai AKSES diluncurkan Kemenparekraf akan membuka pendaftaran melalui online, setelah itu dilakukan proses kurasi. UMKM terpilih akan mengikuti sejumlah program pendampingan. Mulai dari kegiatan webinar, bootcamp, mentoring, diakhiri dengan Sharia Pitching Forum kemudian listing di platform www.lbs.id. “Diharapkan dengan program ini pembiayaan ke UMKM meningkat dan omzet pun juga terdongkrak, sehingga mereka akhirnya bisa naik kelas,” ujar Sandiaga.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Rizki Handayani, mengatakan sektor yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan ekonomi adalah UMKM. Namun akses pembiayaan ini masih menjadi kendala yang ditemui UMKM.

“Jadi AKSES ini akan dikerjasamakan dengan LBS Urun Dana. Jadi LBS Urun Dana akan mengkurasi mulai dari pembinaan sampai mereka bertemu dengan calon investor,” kata Rizki.

Direktur Utama LBS Urun Dana, Rezza Zulkasi menambahkan melalui securites crowdfunding, para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan mengakses pembiayaan tapi juga permodalan melalui saham.

“Dan yang menarik adalah masyarakat bisa berpartisipasi karena yang jadi pemodalnya itu masyarakat. Jadi SCF (securites crowdfunding) ini seperti mini bursa, pendanaan melalui skema patungan. Dimana masyarakat all invited. Insya Allah kami menargetkan sekitar 100 UMKM yang berpartisipasi dengan nilai dana Rp1 triliun,” ujar Rezza.

UMKM yang bisa mengikuti program AKSES tentunya harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti  usaha bergerak disektor pariwisata dan ekonomi kreatif syariah yang telah berjalan selama minimal 2 tahun, omzet minimal 2,5 tahun dan membutuhkan pembiayaan antara 500 juta sampai dengan Rp 10 miliar.

 

Editor : Mochamad Yusuf

 

Berita Lainnya

Update News

Bupati Bogor Pastikan Keamanan Jalur Kunjungan Presiden di Babakan Madang

Babakan Madang Siber24jam.com — Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor meninjau langsung jalur yang akan dilalui dalam...

Restoran Masakan Pakistan & Yaman Terbaik di Sleman

Siber24jam.com *Saat Rindu Masakan Timur Tengah Datang Tiba-tiba* Pernahkah kamu duduk di warung makan biasa,...

Tragedi di Balik Aroma Kopi: Jeritan Hati “Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan

Jakarta Siber24jam.com – Di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit Jakarta Selatan, tepatnya di sepanjang Jalan...

Dorong Keadilan Iklim dan Kepemimpinan Perempuan, Dialog ASEAN Angkat Pengalaman Aceh

Banda Aceh Siber24jam.com – Perubahan iklim dan bencana ekologis di Asia Tenggara semakin menunjukkan bahwa...