Update

24 Kelurahan Dibogor Terdampak Campak Non KLB

Tanah Sereal Bogor, Siber24jam.com – Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Jawa Barat, menyatakan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bogor terdampak penyakit Campak.

Di Kabupaten Bogor sendiri terdapat 18 kasus campak yang masuk katagori kejadian luar biasa (KLB).
Menyikapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Bowo Retno MARS menyatakan, berdasarkan sebaran data menurut tempat, di Kota Bogor, kasus positif campak tersebar di 24 dari 68 kelurahan di Kota Bogor, dimana terdapat 4 kelurahan dengan lebih dari satu kasus positif campak yaitu Kel. Gunung Batu (4 kasus), Kel. Loji (3 kasus), Kel. Pasir Jaya (3 kasus) dan Kel. Mulyaharja (3 kasus).
Kata dr Sri Nowo, namun, cepat tanggap jajaran puskesmas, mengakibatkan kondisi tersebut, tidak masuk kategori KLB.

“Target cakupan Imunisasi Campak 9-11 bulan tahun 2022 adalah 95% dan Kota Bogor sudah melebihi target yakni 96,55%” katanya.
Capaian imunisasi dengan data kasus positif campak terbesar di 4 kelurahan tersebut, untuk cakupan imunisasi campak 9-11 bulannya adalah Kel. Gunung Batu 88,6%, Kel. Loji 101,6%, Kel. Pasir Jaya 95,6% dan Kel. Mulyaharja 91,1%. Dari data diatas, rendahnya cakupan imunisasi merupakan faktor pendukung adanya kasus positif di suatu wilayah.
Selain itu faktor transmisi dari daerah perbatasan dengan kelurahan atau kabupaten/kota yang terdampak dan cakupan imunisasi yang rendah di tahun-tahun sebelumnya menjadi faktor pendukung walaupun capaian imunisasi tersebut sudah mencapai target.

Perlu penyelidikan epidemiologi lebih lanjut untuk penentuan faktor penyebabnya,” jelasnya.
Ditambahkan Sri Bowo, semakin baiknya sistem surveilans di Kota Bogor, maka situasi di tahun 2023 sampai dengan 25 Januari 2023, Kota Bogor telah mengirimkan 87 sampel kasus suspek campak ke Laboratorium Bio Farma Bandung dengan keterangan masih menunggu hasil.

“Sebagai bentuk respon cepat terhadap situasi di atas, Dinas Kesehatan Kota Bogor menghimbau puskesmas dan rumah sakit se-kota Bogor untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini, dengan cara memperkuat kinerja surveilans campak melalui
pemantauan wilayah setempat (PWS), pelaksanaan promosi kesehatan tentang PD3I pada anak dan pemenuhan status imunisasi dasar lengkap di wilayah,” Imbau Kadinskes Kota Bogor. (Red)

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

Jurnalis Hilang di Krakatau, Al-Qalam Gelar Doa dan Tahlil untuk Keselamatan

CIBINONG Siber24jam.com – Suasana khidmat menyelimuti Pengajian Rutin Jurnalis Al-Qalam yang digelar di Kantor Portal...

Rp7,7 Miliar Dipersoalkan, Tersangka Belum Jelas: Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Kejati Lampung, Minta KPK Turun Tangan

  Siber24jam.com, LAMPUNG — Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum menyoroti belum tuntasnya penanganan perkara dugaan korupsi...

Tiga Tahun Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Desak KPK Ambil Alih Kasus Perjalanan Dinas DPRD Tanggamus Jika Kejati Tak Mampu

LAMPUNG Siber24jam.com — Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum menyoroti belum tuntasnya penanganan perkara dugaan korupsi perjalanan...

Kunjungi Tiga Kejari, Kajati Jabar Teguh Darmawan Tekankan Integritas, Kekompakan dan Gaya Hidup Sederhana

  Siber24jam.com, CIREBON – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) M Teguh Darmawan melakukan...